Sumatra Utara, Kabupaten Simalungun,Media Harian62.Info-Terkait dampak air meluap dari Perumahan Residen CE pada saat hujan turun hingga memicu banjir, sebabkan tiga jalan besar di tiga lingkungan rusak parah tidak dapat dilalui masyarakat yang akan melintas ,dan pengendara roda dua (sepeda motor) dan pengendara roda empat (mobil).Adapun tiga lingkungan tersebut,yakni ,Jalan gotong royong kelurahan sinasak,Jalan Nagori kahean,Jalan Nagori Silinduk, kabupaten Simalungun.
Kutipan wartawan media haria62.info pada hari Jumat 23 /10/2026/ pukul 12:10 Wib, dari pemerintah setempat /pangulu dan tokoh masyarakat, mengeluhkan situasi jalan besar ditiga lingkungan,jalan gotong royong kelurahan sinasak, jalan nagori kahean,dan jalan nagori silinduk,tidak dapat dilalui masyarakat, dan para pengendara roda dua (sepeda motor)dan pengendara roda empat(mobil) . Hal tersebut terjadi dikarenakan akibat air meluap dari Perumahan Residen CE pada saat hujan turun hingga memicu banjir,dan jalan rusak parah , dikarenakan diduga saluran drainase perumahan tersebut tidak mendukung. "Pemerintah setempat/pangulu bersama masyarakat telah melakukan perbaikan jalan dengan bergotong royong bersama dalam mengatasi permasalahan jalan tersebut,namun dari hasil kerja gotong royong tersebut tidak menghasilkan perbaikan maksimal ,dikarenakan minimnya bahan material,ujar mereka (pangulu dan masyarakat).
Selanjutnya,kedua pemimpin pemerintah setempat ,pangulu nagori kahean Bapak Sahrudin ,dan pangulu nagori silinduk Bapak Sinuaji ,menegaskan ,agar Bupati Simalungun memberikan arahan melalui dinas PUPR turun kelokasi melakukan perbaikan jalan tersebut, dengan melakukan perbaikan jalan pengecoran beton, dan juga agar pihak perumahan Residen CE diberikan sanksi tindakan tegas ,agar melakukan perbaikan sistim pendukung saluran drainase,dan tidak memicu banjir.
"Kedua pemimpin pemerintah setempat,pangulu nagori kahean,pangulu nagori silinduk menegaskan ,apabila tidak menanggapi keluhan atas permintaan masyarakat,"Masyarakat tidak akan bersedia membayar pajak bumi bangunan,ujar kedua pangulu tersebut dengan tegas.
(Laporan Josep Opranto Sagala)





