MENTOK — Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis eceran yang dijual di pengecer dan pom bensin tidak resmi di wilayah Muntok, Kabupaten Bangka Barat, kini mencapai angka Rp15.000 per liter. Kenaikan ini dirasakan cukup memberatkan masyarakat, terutama warga yang bekerja di sektor transportasi dan nelayan.
Berdasarkan pantauan di beberapa titik penjualan di sejumlah kelurahan Muntok, harga tersebut berlaku untuk jenis bensin yang dijual secara eceran dalam jeriken maupun isi langsung ke kendaraan. Sebelumnya, harga berkisar di angka Rp12.000–13.000 per liter dalam beberapa bulan terakhir.
"Iya, sekarang sudah Rp15.000 per liter. Naik terus setiap bulan. Kami yang bawa penumpang pendapatan berkurang, sementara ongkos tidak mungkin naik sesuka hati," ujar Edi, seorang pengemudi ojek di Muntok, Jumat (23/10/2026).
Keluhan serupa disampaikan nelayan di kawasan pesisir Muntok. Kenaikan harga BBM langsung berdampak pada biaya melaut, sementara harga hasil tangkapan belum tentu sebanding dengan biaya operasional yang meningkat.
"Satu kali melaut butuh belasan liter, itu sudah ratusan ribu. Kalau tangkapan ikan sedikit, sama saja rugi. Kadang memilih tidak melaut daripada menanggung kerugian," ungkap Hasan, nelayan di Pantai Baru Muntok.
Penjelasan Pihak Terkait
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bangka Barat mengakui bahwa fluktuasi harga BBM eceran memang terjadi di tingkat pengecer. Faktor biaya pengiriman dari pusat distribusi ke wilayah terluar seperti Bangka Barat serta ketersediaan stok menjadi pemicu utamanya.
"Harga resmi di SPBU belum berubah, namun di tingkat pengecer yang bukan mitra resmi, penentuan harga disesuaikan oleh masing-masing penjual. Kami terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar harga tetap terkendali," ujar perwakilan Dinas Perdagangan Kabupaten Bangka Barat.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan SPBU resmi yang harganya sesuai ketentuan pemerintah, serta berkomitmen memperluas jangkauan layanan BBM bersubsidi agar dapat diakses lebih mudah oleh warga di seluruh kecamatan di Bangka Barat.
Sementara itu, beberapa warga berharap pemerintah daerah dapat mencari solusi bersama pihak Pertamina agar pasokan BBM di wilayah Muntok lebih terjamin dan harganya lebih terjangkau, mengingat kebutuhan bahan bakar merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat pesisir.
Pewarta: Pauzan Allba — Media Harian62

