KOTA SORONG, PAPUA BARAT DAYA —03-10-2026, Ketua Pemuda Suku Maya Provinsi Papua Barat Daya, Muhammad Syahril Wainsaf, menyampaikan tuntutan resmi terkait insiden kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang warga perempuan di Jalan Poros Majaran, Distrik Salawati, Kabupaten Sorong, pada Senin (28/9/2026). Kecelakaan tersebut melibatkan mobil dinas Koarmada III wilayah Papua Barat Daya.
"Kecelakaan lalu lintas ini telah menghilangkan nyawa saudara perempuan kami, warga masyarakat kami, yang ditabrak oleh mobil dinas Koarmada III yang beroperasi di wilayah Papua Barat Daya," ujar Muhammad Syahril Wainsaf dalam pernyataannya, Sabtu (3/10/2026).
Atas peristiwa tersebut, pihaknya meminta pimpinan tertinggi Koarmada III Provinsi Papua Barat Daya untuk menunjukkan sikap tanggung jawab yang nyata.
"Kami meminta kepada pimpinan tertinggi Koarmada III Provinsi Papua Barat Daya untuk bertanggung jawab secara penuh atas insiden kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan hilangnya nyawa warga kami," tegasnya.
Selain tanggung jawab moral, pihaknya menuntut pemberian kompensasi yang layak bagi keempat anak yang ditinggalkan almarhumah.
"Kami menuntut agar Koarmada III memberikan jaminan masa depan kepada 4 anak yang ditinggalkan almarhumah, berupa biaya pendidikan penuh mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga tamat Sarjana S1. Ini adalah tanggung jawab moral dan hukum yang harus dipenuhi oleh instansi terkait," jelas Syahril.
Terkait oknum pengemudi yang menyebabkan kecelakaan mematikan tersebut, pihaknya menegaskan pentingnya proses hukum yang tepat sesuai aturan yang berlaku.
"Oknum pelaku yang mengemudikan kendaraan tersebut harus diproses hukum seadil-adilnya dan dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Kami juga menegaskan agar proses hukum dilimpahkan ke Peradilan Umum, karena kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa merupakan tindak pidana umum berdasarkan Pasal 310 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Seharusnya disidik oleh Kepolisian Republik Indonesia dan diadili di Pengadilan Negeri, bukan di Peradilan Militer," tegasnya.
Syahril juga memohon dukungan dari rekan-rekan media untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan diawasi bersama.
"Saya meminta tolong kepada rekan-rekan pers agar bisa membantu kami masyarakat kecil untuk mengawal proses hukum ini, agar kami masyarakat juga dapat mengetahui bagaimana prosesnya berjalan," harapnya.



