Aceh,harian62.info -
Serikat Perjuangan Tani Aceh (SEPTA) menegaskan bahwa organisasi ini lahir dari semangat perjuangan rakyat tani dan berkomitmen untuk memperjuangkan keadilan agraria, hak-hak masyarakat, serta kesejahteraan petani melalui cara-cara yang damai, bermartabat, dan sesuai dengan hukum yang berlaku.
Belakangan ini beredar berbagai tuduhan dan informasi yang menyebutkan bahwa SEPTA bekerja sama dengan pihak korporasi atau menerima bayaran untuk kepentingan tertentu. Hingga saat ini, tuduhan-tuduhan tersebut tidak disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
SEPTA menolak setiap tuduhan yang tidak berdasar dan menegaskan bahwa seluruh langkah organisasi selalu berpijak pada kepentingan masyarakat serta prinsip independensi. Kami tidak akan membangun perjuangan di atas kepentingan yang bertentangan dengan amanah organisasi.
SEPTA tidak gentar menghadapi berbagai tudingan. Sebaliknya, kami menyatakan kesiapan untuk mempertanggungjawabkan seluruh tindakan, kebijakan, dan aktivitas organisasi di hadapan hukum maupun di hadapan masyarakat. Apabila terdapat pihak yang memiliki bukti atas tuduhan yang dialamatkan kepada SEPTA, kami mempersilakan untuk menempuh mekanisme hukum yang berlaku agar persoalan ini dapat diuji secara terbuka dan objektif.
Demikian pula, SEPTA berhak menempuh langkah hukum terhadap setiap penyebaran informasi yang terbukti bersifat bohong, mencemarkan nama baik, atau merugikan organisasi, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bagi SEPTA, perjuangan tidak akan pernah dihentikan oleh isu, intimidasi, ataupun tuduhan tanpa dasar. Kepercayaan masyarakat dibangun melalui kerja nyata, integritas, keberanian menyampaikan kebenaran, dan konsistensi dalam mendampingi rakyat.
SEPTA akan terus berdiri bersama masyarakat tani Aceh, menjaga independensi organisasi, memperjuangkan keadilan agraria, serta membuka diri terhadap pengawasan publik sebagai bagian dari komitmen kami terhadap transparansi dan akuntabilitas.
SERIKAT PERJUANGAN TANI ACEH (SEPTA)
"Udep Beusaban, Sejahtera Beusaree."
Sekjen SEPTA
Iswandi



