PANYABUNGAN 19/09/2026
Tiga nyawa melayang. Tebing runtuh. Mesin dompeng tertimbun. Dan ironisnya, tragedi itu terjadi di kawasan yang berada tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal.
Peristiwa maut di bantaran Sungai Batang Gadis, Desa Sipapaga, Kecamatan Panyabungan, Kamis sore (17/9/2026), kembali membuka luka lama persoalan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Mandailing Natal.
Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Madina mengecam keras tragedi tersebut dan melayangkan ultimatum kepada Bupati Mandailing Natal agar tidak menutup mata terhadap persoalan PETI yang terus menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat dan lingkungan.
Ketua DEMA STAIN Madina, Adam Ali, menilai tiga kematian tersebut tidak boleh diperlakukan sekadar sebagai musibah yang selesai setelah korban dievakuasi dan dimakamkan.
«“Bupati Madina jangan tutup mata! Tiga nyawa telah melayang. Ini bukan waktunya pemerintah hanya hadir memberikan ucapan belasungkawa. Ini waktunya pemerintah menjawab: di mana pengawasan, di mana penertiban, dan sejauh mana Satgas PETI benar-benar bekerja?”»
Adam Ali menyoroti lokasi tragedi yang disebut berada di belakang Kantor Bupati Madina. Menurutnya, kedekatan lokasi dengan pusat pemerintahan membuat pertanyaan publik semakin keras.
«“Kalau aktivitas yang diduga PETI saja bisa berlangsung di kawasan yang begitu dekat dengan pusat pemerintahan, lalu apa yang sebenarnya diawasi? Apakah pemerintah tidak mengetahui, tidak melihat, atau memang pengawasannya yang gagal?”»
DEMA STAIN Madina juga mempertanyakan keberadaan Satgas PETI yang selama ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam penertiban aktivitas pertambangan tanpa izin.
«“Kami pertanyakan secara terbuka: Satgas PETI ini sebenarnya bekerja untuk apa? Apakah pemberantasan PETI benar-benar menjadi tugas utama, atau hanya sebatas seremoni, pembentukan struktur, operasi sesaat, dokumentasi, lalu semuanya kembali seperti semula?”»
Menurut Adam Ali, kritik tersebut bukan tanpa alasan. Tragedi tiga penambang yang tewas harus menjadi momentum untuk mengukur hasil nyata, bukan sekadar melihat ada atau tidaknya kegiatan penertiban.
«“Jangan hanya sibuk ketika kamera menyala. Jangan hanya terlihat ketika operasi penertiban dilakukan. Publik membutuhkan hasil. Kalau aktivitas yang diduga ilegal masih muncul dan bahkan menelan korban, maka efektivitas pola penertiban harus dipertanyakan dan dievaluasi secara terbuka.”»
DEMA STAIN Madina mendesak Bupati Madina mengambil sikap tegas.
Pertama, pemerintah diminta segera mengevaluasi total kinerja Satgas PETI dan memastikan seluruh titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas PETI diperiksa secara langsung.
Kedua, pemerintah dan aparat penegak hukum diminta mengusut aktivitas di lokasi kejadian secara menyeluruh berdasarkan fakta dan bukti, termasuk menelusuri pihak-pihak yang terbukti menjadi pemodal, pemilik peralatan, pengelola, maupun pihak lain yang terlibat.
Ketiga, apabila ditemukan pelanggaran hukum, DEMA STAIN Madina mendesak agar penegakan hukum tidak berhenti kepada pekerja di lapangan.
«“Jangan hanya tangkap orang yang berdiri di lubang tambang kalau memang ada pihak lain di belakangnya yang terbukti terlibat. Bongkar sampai ke akar berdasarkan bukti. Hukum harus bekerja secara adil dan tidak boleh tebang pilih,” tegas Adam.»
Adam juga meminta Bupati tidak menjadikan pembentukan Satgas sebagai ukuran keberhasilan pemerintah.
«“Masyarakat tidak butuh Satgas yang hanya kuat di atas kertas. Masyarakat butuh tindakan nyata di lapangan. Kalau memang mekanismenya tidak efektif, evaluasi. Kalau struktur tidak mampu bekerja, rombak. Jangan pertahankan sesuatu hanya karena sudah dibentuk secara administratif.”»
DEMA STAIN Madina menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mencegah tragedi serupa kembali terjadi. Tiga warga telah kehilangan nyawa, sementara keluarga mereka harus menanggung kehilangan yang tidak mungkin dikembalikan.
«“Bupati Madina, ini ultimatum kami: jangan tunggu korban berikutnya! Jangan tunggu ada korban keempat, kelima, dan seterusnya baru pemerintah bergerak. Tiga nyawa sudah terlalu mahal untuk dibayar dengan sebuah janji penertiban.”»
DEMA STAIN Madina juga meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai langkah konkret pascatragedi Sipapaga.
«“Kami tidak ingin setelah ini semuanya kembali senyap. Tidak boleh berhenti pada evakuasi, berita duka, dan pernyataan belasungkawa. Publik berhak melihat apa tindakan pemerintah setelah tiga nyawa melayang.”»
Adam Ali menegaskan DEMA STAIN Madina akan terus mengawal persoalan PETI di Mandailing Natal secara kritis.
«“Kalau pemerintah serius, buktikan. Kalau Satgas PETI serius, tunjukkan hasilnya. Jangan meminta masyarakat percaya hanya karena ada struktur dan operasi penertiban. Kepercayaan publik dibangun dari tindakan nyata.”»
Ia kembali menegaskan:
«“Bupati Madina jangan menunggu tanah kembali runtuh untuk bergerak. Jangan menunggu mesin dompeng kembali menelan korban. Jangan menunggu Sungai Batang Gadis kembali menjadi saksi kematian. Pemerintah harus bertindak sekarang.”»
“Tiga nyawa sudah melayang. Jangan biarkan kematian mereka menjadi sekadar angka dalam laporan. Jadikan tragedi ini sebagai titik balik: PETI harus ditangani secara serius, pengawasan harus diperkuat, dan setiap pihak yang terbukti melanggar hukum harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.”
M,idris


