BULA, SERAM BAGIAN TIMUR — Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hunimua, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), menggelar ujian skripsi pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Sebanyak 54 mahasiswa dari empat program studi mengikuti ujian tersebut dan dinyatakan lulus 100 persen.
Keempat program studi tersebut meliputi Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Fisika, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Dalam pelaksanaan ujian skripsi ini, STKIP Hunimua menghadirkan tiga dosen penguji dari Universitas Pattimura Ambon untuk turut menguji kemampuan akademik para mahasiswa dalam mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang telah disusun selama masa perkuliahan.
Kelulusan seluruh peserta menjadi pencapaian tersendiri bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan tahapan akhir pendidikan tinggi. Momen tersebut sekaligus menandai kesiapan mereka untuk melangkah ke tahap berikutnya, baik memasuki dunia kerja, mengembangkan kompetensi, maupun mengabdikan diri kepada masyarakat.
Ketua STKIP Hunimua, Irfan Nugraha, S.Kom., M.M., dalam sambutannya sekaligus menutup rangkaian kegiatan ujian skripsi, menyampaikan pesan penting kepada para mahasiswa yang telah dinyatakan lulus.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan meraih gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, ilmu pengetahuan dan gelar akademik yang diperoleh harus mampu memberikan manfaat nyata bagi orang lain, bukan sekadar menjadi simbol keberhasilan dalam menempuh pendidikan tinggi.
Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam sambutannya, “Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para lulusan bahwa keberhasilan seorang sarjana tidak hanya diukur dari gelar yang disandang, tetapi juga dari kontribusi, sikap, dan kemampuan mereka dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Lebih lanjut, Irfan Nugraha menekankan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah.
Ia mengingatkan bahwa para lulusan harus berani mengambil langkah, terus belajar, serta meningkatkan kemampuan yang telah dimiliki agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja.
Pesan tersebut menjadi dorongan bagi para lulusan untuk tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar sarjana. Sebaliknya, mereka diharapkan terus mengembangkan potensi diri, memperkuat keterampilan, dan membuktikan bahwa pendidikan yang telah ditempuh dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Bagi para lulusan STKIP Hunimua, tantangan berikutnya bukan hanya mencari peluang untuk masa depan pribadi, melainkan juga membangun kemampuan agar dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Seram Bagian Timur.
Pelaksanaan ujian skripsi yang diikuti 54 mahasiswa ini menjadi bagian dari perjalanan akademik STKIP Hunimua dalam mempersiapkan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.
Dengan kelulusan seluruh peserta, para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu pengetahuan yang telah diperoleh ke tengah masyarakat serta menjadi bagian dari generasi muda yang berintegritas, berkompeten, dan memiliki kepedulian sosial.
Pesan Ketua STKIP Hunimua menjadi penegasan bahwa gelar sarjana harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral dan pengabdian kepada masyarakat.
Pendidikan tinggi pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang kelulusan dan gelar akademik, tetapi juga tentang bagaimana ilmu yang diperoleh dapat digunakan untuk menjawab persoalan, membuka peluang, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Dengan berakhirnya ujian skripsi pada 17 Oktober 2026, sebanyak 54 mahasiswa STKIP Hunimua kini diharapkan mampu melangkah ke tahap kehidupan berikutnya dengan semangat baru, kesiapan menghadapi tantangan, dan tekad untuk terus meningkatkan kemampuan diri.
Gelar sarjana bukanlah garis akhir, melainkan awal perjalanan untuk membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi kekuatan yang bermanfaat bagi masyarakat. (R.Q-zui)


