Harian62,Info-
Jakarta | Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Gereja Pentakosta pada 23 Oktober 2026 menjadi momentum penuh makna untuk mengungkapkan rasa syukur atas pemeliharaan Tuhan selama satu dekade perjalanan pelayanan. Mengusung tema yang bersumber dari 1 Korintus 15:58, peringatan satu dekade ini menegaskan pentingnya keteguhan iman, kesetiaan dalam pelayanan, serta kedewasaan rohani bagi seluruh jemaat.Pdt. Dr. Vaber Riojen Purba, selaku Gembala Sidang sekaligus pengkhotbah dalam perayaan HUT ke-10 tersebut, menjadi bagian penting dalam momentum peringatan perjalanan gereja yang dimulai pada 23 Oktober 2016 hingga 23 Oktober 2026.
Memasuki usia satu dekade, perayaan ini bukan sekadar penanda bertambahnya usia gereja, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan pelayanan, mempererat persaudaraan, dan memperbarui komitmen untuk terus bertumbuh dalam iman kepada Tuhan.
Selain rangkaian ibadah, perayaan HUT ke-10 Gereja Pentakosta juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan kebersamaan, di antaranya Tarian Manortor, nyanyian bersama seluruh jemaat, serta hiburan lainnya. Suasana penuh sukacita tersebut menambah kemeriahan perayaan sekaligus memperlihatkan eratnya kebersamaan di tengah keluarga besar gereja.
Sepuluh Tahun Perjalanan, Ungkapan Syukur atas Penyertaan Tuhan
Satu dekade merupakan perjalanan yang memiliki arti tersendiri bagi kehidupan bergereja. Selama sepuluh tahun, keberadaan gereja menjadi bagian dari perjalanan iman dan pelayanan yang membutuhkan ketekunan, kebersamaan, serta komitmen dari seluruh jemaat.
Peringatan HUT ke-10 Gereja Pentakosta mengangkat subtema, “Mengucap syukur atas pemeliharaan Tuhan selama 10 tahun (1 dekade) serta mendorong jemaat agar semakin dewasa dalam iman dan pelayanan.”
Subtema tersebut menekankan bahwa rasa syukur atas perjalanan yang telah dilalui perlu diwujudkan melalui kehidupan yang semakin dekat dengan Tuhan dan pelayanan yang memberikan manfaat bagi sesama.
Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa perjalanan gereja tidak hanya berkaitan dengan perkembangan fisik bangunan, tetapi terutama dengan pertumbuhan iman, penguatan karakter, dan kesediaan jemaat untuk mengambil bagian dalam pelayanan.
Dengan semangat kebersamaan, satu dekade perjalanan diharapkan menjadi landasan untuk melangkah ke masa depan dengan komitmen yang semakin kuat.
Pdt. Dr. Vaber Riojen Purba sebagai Gembala Sidang dan Pengkhotbah
Dalam perayaan HUT ke-10 tersebut, Pdt. Dr. Vaber Riojen Purba hadir dalam kapasitasnya sebagai Gembala Sidang sekaligus pengkhotbah.
Peran gembala sidang memiliki arti penting dalam kehidupan sebuah gereja, khususnya dalam mendampingi pertumbuhan rohani jemaat, menguatkan kehidupan iman, serta mendorong terciptanya pelayanan yang dilandasi kasih dan persaudaraan.
Melalui momentum peringatan satu dekade, tema firman Tuhan yang menjadi dasar perayaan mengarahkan perhatian jemaat pada pentingnya menjaga keteguhan iman dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat peringatan HUT ke-10, yakni mendorong seluruh jemaat untuk tetap setia dalam pekerjaan Tuhan, menjaga persatuan, serta meningkatkan kualitas pelayanan dalam kehidupan bergereja.
Mengangkat Tema 1 Korintus 15:58
Tema perayaan HUT ke-10 Gereja Pentakosta berlandaskan ayat Alkitab dari 1 Korintus 15:58 yang berbunyi:
“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”
Ayat tersebut mengandung pesan mendalam tentang pentingnya mempertahankan iman, menjaga keteguhan hati, dan menjalankan pelayanan dengan penuh kesungguhan.
Berdiri teguh berarti tetap berpegang pada keyakinan iman di tengah berbagai perubahan dan tantangan. Sementara itu, ajakan untuk tidak goyah mengingatkan setiap orang percaya agar tidak kehilangan pengharapan ketika menghadapi kesulitan.
Adapun pesan untuk senantiasa giat dalam pekerjaan Tuhan menjadi dorongan agar jemaat terus memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan bergereja maupun lingkungan masyarakat.
Pelayanan tidak semata-mata diwujudkan melalui kegiatan ibadah, tetapi juga melalui tindakan kasih, kepedulian sosial, kesediaan menolong, serta komitmen untuk menjaga hubungan baik dengan sesama.
Pesan tersebut menjadi relevan dalam perjalanan satu dekade karena pertumbuhan gereja membutuhkan kesetiaan dan keterlibatan bersama dari seluruh jemaat.
Mendorong Jemaat Semakin Dewasa dalam Iman
Kedewasaan iman menjadi salah satu perhatian utama dalam subtema peringatan HUT ke-10 Gereja Pentakosta.
Kedewasaan rohani tidak hanya diukur dari pengetahuan tentang firman Tuhan, tetapi juga dari bagaimana nilai-nilai iman diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sikap saling menghormati, kesediaan mengampuni, kerendahan hati, kepedulian terhadap sesama, dan kemampuan menjaga persaudaraan merupakan bagian dari penerapan nilai-nilai tersebut.
Dalam kehidupan bergereja, jemaat juga diharapkan semakin bertanggung jawab dalam menjalankan pelayanan. Setiap tugas yang dilakukan dengan ketulusan dan semangat kebersamaan menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan gereja yang lebih kuat.
Karena itu, peringatan satu dekade dapat menjadi kesempatan bagi jemaat untuk mengevaluasi perjalanan iman masing-masing sekaligus memperbarui komitmen untuk terus bertumbuh.
Tarian Manortor, Nyanyian Bersama, dan Hiburan Meriahkan Perayaan
Tidak hanya diisi dengan rangkaian ibadah, perayaan HUT ke-10 Gereja Pentakosta juga berlangsung dalam suasana penuh sukacita melalui berbagai kegiatan yang melibatkan kebersamaan jemaat.
Tarian Manortor menjadi salah satu bagian yang memeriahkan acara. Tarian yang lekat dengan tradisi budaya Batak tersebut menghadirkan nuansa kebudayaan sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan persaudaraan di antara jemaat.
Selain Manortor, seluruh jemaat turut bernyanyi bersama. Kebersamaan dalam nyanyian menciptakan suasana hangat dan penuh sukacita, sekaligus menjadi ungkapan kebersamaan dalam memperingati perjalanan pelayanan gereja selama sepuluh tahun.
Berbagai hiburan lainnya turut menambah kemeriahan acara, menjadikan perayaan satu dekade tersebut tidak hanya bermakna secara rohani, tetapi juga menjadi kesempatan bagi jemaat untuk berkumpul, berinteraksi, dan menikmati kebersamaan.
Rangkaian kegiatan ini mencerminkan bahwa kehidupan bergereja tidak hanya berpusat pada ibadah, tetapi juga mencakup upaya membangun hubungan yang harmonis, saling menghargai, serta memelihara persaudaraan.
Melalui suasana kebersamaan tersebut, semangat persatuan diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan jemaat sehari-hari. Perayaan HUT ke-10 pun menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarsesama sekaligus meneguhkan komitmen dalam menjalankan pelayanan.
Mempererat Persaudaraan dan Semangat Pelayanan
Selain menjadi momentum syukur, perayaan HUT gereja juga memiliki makna dalam mempererat hubungan antarsesama jemaat.
Persaudaraan yang kuat dapat menjadi fondasi bagi terciptanya kehidupan bergereja yang harmonis. Melalui kebersamaan, jemaat dapat saling memberikan dukungan, menguatkan ketika menghadapi kesulitan, dan bekerja bersama dalam berbagai kegiatan pelayanan.
Kegiatan seperti Tarian Manortor, bernyanyi bersama, dan hiburan lainnya menjadi ruang untuk membangun keakraban di luar rangkaian ibadah. Kebersamaan tersebut dapat memperkuat rasa memiliki terhadap gereja dan menumbuhkan semangat untuk saling mendukung.
Semangat persatuan juga menjadi penting agar perbedaan tidak menjadi penghalang dalam menjalankan tugas bersama. Sebaliknya, setiap jemaat dapat saling melengkapi sesuai dengan kemampuan dan peran masing-masing.
Dalam konteks tersebut, perjalanan sepuluh tahun Gereja Pentakosta menjadi momentum untuk semakin meneguhkan nilai kebersamaan dan kepedulian.
Harapannya, semangat pelayanan tidak berhenti pada perayaan ulang tahun, melainkan terus diwujudkan dalam tindakan nyata yang dapat dirasakan oleh jemaat maupun masyarakat sekitar.
Menatap Masa Depan Setelah Satu Dekade
Memasuki usia sepuluh tahun, Gereja Pentakosta memiliki momentum untuk menatap masa depan dengan pengharapan dan semangat pembaruan.
Perjalanan yang telah dilalui menjadi bahan refleksi, sedangkan tahun-tahun mendatang membuka kesempatan untuk memperkuat kualitas pelayanan, meningkatkan kedewasaan rohani, dan menjaga hubungan persaudaraan.
Tantangan kehidupan yang terus berkembang menuntut setiap orang percaya untuk tetap teguh dalam iman sekaligus bijaksana dalam bertindak. Nilai-nilai kasih, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian perlu terus diterapkan dalam kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat.
Dalam semangat tersebut, pesan 1 Korintus 15:58 dapat menjadi pegangan untuk melanjutkan pelayanan dengan ketekunan dan kesetiaan.
Sepuluh tahun perjalanan hendaknya tidak hanya dikenang sebagai pencapaian masa lalu, tetapi juga menjadi titik tolak untuk membangun masa depan pelayanan yang semakin bermakna.
Satu Dekade, Komitmen untuk Terus Melayani
Peringatan HUT ke-10 Gereja Pentakosta pada 23 Oktober 2026 menjadi momentum untuk mensyukuri pemeliharaan Tuhan, merefleksikan perjalanan pelayanan, dan memperbarui tekad untuk terus bertumbuh dalam iman.
Dengan Pdt. Dr. Vaber Riojen Purba sebagai Gembala Sidang sekaligus pengkhotbah dalam perayaan tersebut, momentum satu dekade ini mengangkat kembali pesan tentang pentingnya keteguhan iman dan kesetiaan dalam pekerjaan Tuhan.
Kemeriahan perayaan melalui Tarian Manortor, nyanyian bersama seluruh jemaat, serta berbagai hiburan lainnya turut memberikan warna tersendiri dalam peringatan bersejarah tersebut. Kebersamaan yang terbangun menjadi bagian penting dalam mempererat persaudaraan dan memelihara keharmonisan di lingkungan gereja.
Semangat satu dekade diharapkan mendorong seluruh jemaat untuk terus menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, meningkatkan keterlibatan dalam pelayanan, serta menerapkan nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, keberhasilan perjalanan sebuah gereja tidak hanya terlihat dari lamanya usia, tetapi juga dari bagaimana iman diwujudkan melalui kasih, pelayanan, dan kepedulian terhadap sesama.
Selamat HUT ke-10 Gereja Pentakosta. Kiranya perjalanan satu dekade ini menjadi landasan untuk melangkah semakin teguh dalam iman, semakin dewasa dalam pelayanan, dan semakin kuat dalam persaudaraan.
HARIAN 62 — Berita, Informasi, dan Fakta.
PARIS.PURBA






