Peringatan HUT PI ke-99 ini bukan sekadar seremoni keagamaan semata, melainkan sebuah momen reflektif yang mengingatkan kembali perjalanan panjang sejarah Pekabaran Injil yang pertama kali diterima di Tanah Malamoi sejak 27 Oktober 1927. Selama hampir satu abad, kehadiran Injil telah memberikan pengaruh yang mendalam dan nyata dalam kehidupan sosial, pendidikan, kebudayaan, serta pembentukan nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat Suku Besar Moi.
Ketua Umum BPP ICMI Papua Barat Daya, Marchovan B. Kadakolo, S.AN., menyampaikan bahwa momentum ke-99 ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat ikatan persaudaraan antar tujuh wilayah adat yang menjadi bagian dari keluarga besar Suku Moi. Menurutnya, keberagaman wilayah dan latar belakang tidak boleh menjadi sekat yang memisahkan, melainkan menjadi kekuatan besar jika dikelola dalam semangat kebersamaan dan saling menghargai.
"HUT PI ke-99 harus menjadi momentum bagi kita semua untuk bersyukur atas berkat Tuhan melalui peradaban Injil di Tanah Malamoi. Mari kita bergandengan tangan, mempererat persatuan, dan menghilangkan sekat-sekat yang dapat memisahkan kita sebagai satu keluarga besar Suku Moi. Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan iman, budaya, dan persaudaraan bagi generasi yang akan datang," ujar Marchovan B. Kadakolo dalam pernyataan resminya, Senin (26/10/2026).
Lebih lanjut, Marchovan menegaskan bahwa persatuan tidak cukup hanya diucapkan dengan kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui sikap saling menghargai, keterbukaan untuk berdialog, serta kerja nyata demi kepentingan masyarakat adat Moi secara keseluruhan. Perjalanan menuju satu abad peradaban Injil di Tanah Malamoi harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh gereja, tokoh masyarakat, pemuda, kaum perempuan, cendekiawan, hingga seluruh generasi penerus bangsa di tujuh wilayah adat.
Menjaga Warisan Iman dan Budaya Menuju Puncak Satu Abad
BPP ICMI Papua Barat Daya menekankan bahwa nilai-nilai yang dibawa oleh peradaban Injil — khususnya kasih, kerendahan hati, pengampunan, kesetiaan, dan persaudaraan — harus terus menjadi landasan utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat di Tanah Malamoi dan seluruh wilayah adat Moi. Nilai-nilai inilah yang telah mengikat masyarakat Moi selama hampir satu abad dan harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman.
Generasi muda Moi juga diharapkan dapat mengambil peran yang lebih aktif dalam melestarikan sejarah masuknya Injil ke Tanah Malamoi, mendokumentasikan perjalanan peradaban masyarakat Moi, serta meneruskan nilai-nilai positif tersebut kepada generasi berikutnya. Sejarah masuknya Injil bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan bagian penting dari identitas dan jati diri masyarakat Moi yang perlu terus dipelajari, dipahami, dan dijaga bersama.
Momentum HUT PI ke-99 ini sekaligus menjadi langkah penting dalam menyatukan langkah dan gagasan menuju peringatan satu abad Pekabaran Injil pada tahun 2027 mendatang. Oleh karena itu, BPP ICMI PBD mengajak gereja, lembaga adat, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun komunikasi yang baik, memperkuat hubungan antar sesama, serta menyatukan gagasan demi keberlanjutan peradaban yang berlandaskan iman dan persaudaraan.
"Satu abad peradaban Injil di Tanah Malamoi bukan hanya tentang perjalanan waktu, tetapi juga tentang sejauh mana kita mampu menjaga kasih, memperkuat persatuan, dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Moi," tambah Marchovan.
Melalui peringatan HUT PI ke-99 ini, BPP ICMI Papua Barat Daya mengajak seluruh keluarga besar Suku Moi untuk terus bergandengan tangan, menjaga persaudaraan, dan berjalan bersama menuju puncak peringatan satu abad Pekabaran Injil di Tanah Malamoi pada 27 Oktober 2027.


