SIMALUNGUN, harian62.info — Setelah hampir satu tahun warga harus mengandalkan jembatan darurat, pembangunan Jembatan Bailey yang menghubungkan Marihat Jambi–Jawamaraja, Nagori Mariah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, akhirnya mulai dikerjakan.
Pembangunan tersebut disambut positif masyarakat. Namun, di balik respons positif itu, terdapat harapan besar agar pengerjaan tidak berlarut-larut mengingat jembatan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi aktivitas warga sekaligus mendukung kawasan desa wisata Mariah Jambi.
Pantauan harian62.info di lokasi, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, menunjukkan rangka baja jembatan mulai dikerjakan. Struktur yang digunakan merupakan Jembatan Bailey, yakni konstruksi rangka baja modular yang dapat dirakit dan dibongkar kembali, dengan karakteristik rangka silang dan lantai berbahan pelat baja.
Kondisi ini menjadi perhatian karena selama kurang lebih satu tahun masyarakat disebut masih menggunakan jembatan darurat berbahan kayu untuk menunjang mobilitas.
Akses Vital, Bukan Sekadar Infrastruktur
Bagi masyarakat Mariah Jambi, keberadaan jembatan tersebut bukan hanya persoalan pembangunan fisik. Jembatan menjadi akses yang berkaitan langsung dengan mobilitas warga, kegiatan ekonomi, pendidikan hingga aktivitas wisata.
Nagori Mariah Jambi juga dikenal sebagai kawasan desa wisata yang telah berjalan selama puluhan tahun. Karena itu, kondisi akses menuju kawasan tersebut menjadi salah satu faktor yang turut menentukan kelancaran aktivitas masyarakat maupun kunjungan wisatawan.
Perangkat Nagori Mariah Jambi yang mewakili Kepala Nagori menyebut pembangunan jembatan tersebut telah lama dinantikan masyarakat.
“Jembatan ini sangat dinantikan warga. Ini urat nadi desa, apalagi desa kami desa wisata. Kami berharap selesai secepatnya agar aktivitas warga dan pengunjung kembali lancar,” ujarnya.
Ditargetkan Rampung Dua Bulan
Di tengah harapan masyarakat tersebut, progres pekerjaan menjadi hal yang patut diperhatikan. Eko, yang ditemui di lokasi, mengatakan pekerjaan telah berlangsung sekitar dua pekan.
“Jembatan sudah dikerjakan selama dua pekan. Diperkirakan rampung dalam dua bulan jika tidak ada kendala,” katanya, Kamis (24/9/2026).
Target tersebut tentu masih bergantung pada kondisi lapangan serta dukungan berbagai pihak selama proses pembangunan berlangsung.
Ketua Pelaksana pembangunan, M. Amin, mengatakan pembangunan jembatan merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, termasuk masyarakat, TNI dan pemerintah daerah.
Namun, menurutnya, dukungan terhadap percepatan pembangunan masih diperlukan karena sejumlah kebutuhan dalam proses tersebut masih mengandalkan swadaya masyarakat sekitar.
“Jembatan ini terlaksana atas kerja sama semua pihak. Namun ini juga harus mendapat perhatian khusus dari semua kalangan agar percepatan pembangunan cepat terealisasi. Selain itu perhatian dari semua stakeholder masih dibutuhkan mengingat upaya yang harus dilakukan masih banyak mengandalkan swadaya masyarakat sekitar,” jelas M. Amin.
Publik Perlu Kepastian
Dimulainya pembangunan memang menjadi kabar baik. Tetapi bagi warga, persoalannya bukan berhenti pada berdirinya rangka baja.
Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa pembangunan dapat diselesaikan sesuai target, konstruksi memenuhi aspek keselamatan dan jembatan nantinya benar-benar dapat digunakan secara optimal.
Apalagi, jembatan tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat dan wisatawan. Semakin lama proses penyelesaian, semakin panjang pula ketergantungan warga terhadap akses darurat.
Karena itu, perhatian pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dinilai tetap diperlukan, terutama dalam memastikan dukungan terhadap proses pembangunan hingga jembatan dapat difungsikan.
Jika pembangunan berjalan sesuai target, kehadiran Jembatan Bailey Marihat Jambi–Jawamaraja diharapkan tidak sekadar menyelesaikan persoalan akses, tetapi juga membuka kembali ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat potensi wisata Nagori Mariah Jambi.
Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh keterangan lebih lanjut mengenai nilai anggaran, sumber pembiayaan, spesifikasi teknis lengkap, serta pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Informasi tersebut penting untuk melengkapi transparansi publik terkait pembangunan jembatan. (Hd l)



