Ria Norsan Sambut Khofifah di Kalbar, Misi Dagang Jatim–Kalbar Perkuat Peluang Investasi dan Akses Pasar

 


PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyambut kedatangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kalimantan Barat dalam rangkaian Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Kalimantan Barat.


Penyambutan berlangsung di VIP Room Pemda, Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Senin (10/8/2026). Ria Norsan menyambut langsung Khofifah bersama rombongan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui prosesi pengalungan syal.


Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi antardaerah, khususnya dalam membuka akses pasar, meningkatkan perdagangan, serta mendorong investasi antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat.


Misi Dagang Jatim–Kalbar kemudian digelar di Novotel Convention Center Pontianak, Selasa (11/8/2026). Forum ini mempertemukan unsur pemerintah daerah, BUMD, asosiasi, dan pelaku usaha dari kedua provinsi.


Pertemuan tersebut diarahkan untuk menghasilkan kerja sama konkret di sektor perdagangan dan investasi. Tidak hanya memperluas jaringan pemasaran produk unggulan, kerja sama juga diharapkan mampu memperkuat rantai pasok dan membuka peluang kolaborasi usaha yang memberikan manfaat bagi perekonomian daerah.


Dalam rangkaian kegiatan, pemerintah dan sejumlah pihak terkait dari kedua provinsi juga dijadwalkan melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama.


Selain itu, pelaku usaha Jawa Timur dan Kalimantan Barat turut menyampaikan komitmen transaksi perdagangan yang disaksikan langsung oleh kedua gubernur.


Bagi kedua daerah, komitmen tersebut diharapkan tidak berhenti pada agenda seremonial. Implementasinya menjadi bagian penting untuk memastikan kerja sama benar-benar menghasilkan transaksi, memperluas pasar produk lokal, serta mendorong pertumbuhan investasi secara berkelanjutan.


Produk Unggulan Jadi Etalase Kerja Sama


Rangkaian Misi Dagang Jatim–Kalbar juga diramaikan dengan pameran produk unggulan dari kedua provinsi. Berbagai produk lokal, termasuk batik dan tenun khas daerah, menjadi bagian dari etalase potensi ekonomi yang ditawarkan kepada pelaku usaha.


Gubernur Jawa Timur dan Gubernur Kalbar bersama rombongan dijadwalkan meninjau langsung pameran tersebut sebelum melanjutkan agenda temu bisnis.


Temu bisnis menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha untuk membangun komunikasi secara langsung, menjajaki peluang investasi, mencari mitra usaha, sekaligus membuka potensi transaksi perdagangan antardaerah.


Dari perspektif pembangunan ekonomi daerah, sinergi Jatim–Kalbar diharapkan mampu menciptakan hubungan dagang yang lebih kuat dan saling menguntungkan. Kalimantan Barat memiliki potensi sumber daya dan produk unggulan yang dapat diperluas pemasarannya, sementara Jawa Timur memiliki basis industri, perdagangan, dan jaringan pasar yang dapat menjadi mitra strategis.


ASWIN Kalbar menilai misi dagang antardaerah harus diarahkan pada hasil yang terukur, terutama peningkatan nilai transaksi, bertambahnya kemitraan usaha, terbukanya akses pasar bagi UMKM, serta masuknya investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.


Kerja sama antardaerah, pada akhirnya, tidak cukup hanya dibangun melalui pertemuan dan penandatanganan dokumen. Yang lebih penting adalah memastikan setiap komitmen dapat ditindaklanjuti menjadi program dan transaksi nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta pelaku usaha.


Redaksi ASWIN Kalbar :::

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال