KUBU RAYA, KALBAR — Jangan ukur kualitas pendidikan hanya dari megahnya bangunan. Pesan itu tergambar dari MI Hidayatussibyan Parit Kapitan, Desa Sungai Ambangah, Kabupaten Kubu Raya. Di tengah keterbatasan fasilitas dan kondisi gedung yang masih sederhana, madrasah ini justru mampu menorehkan sejumlah prestasi akademik yang patut diperhitungkan.
Selama dua hari, MI Hidayatussibyan menjalani proses akreditasi yang dilakukan Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Kalimantan Barat.
Tim Asesor, Syarifah Aqla, S.Pd., M.T. dan Farikha, S.P., S.Pd., M.Pd., turun langsung melakukan verifikasi dan validasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, Selasa (11/8/2026).
Proses akreditasi tidak berhenti pada pemeriksaan dokumen. Tim Asesor mencocokkan data administrasi dengan kondisi faktual di lapangan, mengobservasi proses pembelajaran, sekaligus menggali informasi melalui dialog bersama kepala madrasah, guru, peserta didik, orang tua, dan komite madrasah.
Rangkaian asesmen tersebut berlangsung selama dua hari dan ditutup sekitar pukul 15.00 WIB. Dalam sesi penutupan, Tim Asesor menyampaikan apresiasi atas sambutan, keterbukaan, dan kesiapan Ketua Yayasan, kepala madrasah, serta seluruh dewan guru selama proses asesmen berlangsung.
Pesan yang disampaikan pun menjadi catatan penting bagi keluarga besar MI Hidayatussibyan: semangat menjalankan tugas mulia mencerdaskan generasi bangsa harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Kepala MI Hidayatussibyan, Kholil, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Asesor atas seluruh arahan, evaluasi, serta motivasi yang diberikan selama proses akreditasi.
Menurut Kholil, akreditasi tidak semata-mata dimaknai sebagai proses penilaian untuk mendapatkan predikat tertentu. Lebih dari itu, akreditasi menjadi momentum bagi madrasah untuk bercermin, mengidentifikasi kekurangan, melakukan evaluasi, dan menyusun langkah perbaikan secara berkelanjutan.
> “Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Tim Asesor yang telah bertugas selama dua hari. Semua arahan dan motivasi menjadi bahan bagi kami untuk terus berbenah,” ujar Kholil.
Gedung Sederhana, Prestasi Berbicara
Di balik kondisi bangunan yang masih sederhana, MI Hidayatussibyan ternyata menyimpan catatan prestasi peserta didik yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Salah satunya datang dari bidang matematika. Peserta didik madrasah tersebut pernah meraih Juara I tingkat Kabupaten Kubu Raya, kemudian melanjutkan perjuangan ke tingkat Provinsi Kalimantan Barat dan berhasil meraih Juara III.
Prestasi lainnya juga ditorehkan peserta didik MI Hidayatussibyan dalam bidang Sains/IPA.
Catatan tersebut menjadi gambaran bahwa keterbatasan sarana dan kondisi fisik bangunan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah lembaga pendidikan.
Gedung sederhana tidak berarti pendidikan harus sederhana. Fasilitas terbatas tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi mimpi dan prestasi peserta didik.
Justru dari keterbatasan itulah semangat guru, dukungan orang tua, kerja keras peserta didik, dan komitmen pengelola madrasah diuji.
Kholil menegaskan, kondisi bangunan yang masih sederhana bukan alasan bagi pihak madrasah untuk berhenti meningkatkan mutu pendidikan.
Bagi MI Hidayatussibyan, proses akreditasi justru menjadi momentum untuk bergerak lebih serius.
Akreditasi bukan garis akhir, melainkan titik awal untuk berbenah.
Evaluasi dari Tim Asesor diharapkan dapat menjadi pijakan bagi madrasah untuk memperbaiki berbagai kekurangan, memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mempertahankan bahkan mengembangkan prestasi peserta didik.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah madrasah tidak semata-mata diukur dari seberapa megah gedung yang berdiri.
Lebih jauh dari itu, ukurannya terletak pada seberapa kuat komitmen gurunya, seberapa baik proses pendidikannya, seberapa besar dukungan orang tua, dan seberapa jauh peserta didiknya mampu mengukir prestasi.
MI Hidayatussibyan membuktikan: keterbatasan fasilitas bukan batas untuk berprestasi.(Bsg)
Sumber: Kholil, S.Pd.I., Kepala MI Hidayatussibyan.



