Bukan Sekadar Aspal, Bupati Simalungun Turun ke Lapangan Awasi Jalan 5,6 Km: Kualitas Jadi Sorotan



Harian62.info

SIMALUNGUN, – Pembangunan jalan bukan sekadar soal menghamparkan aspal di atas badan jalan. Kualitas konstruksi, sistem drainase, hingga manfaat yang dirasakan masyarakat menjadi pekerjaan rumah yang harus dikawal sejak awal.


Hal itu terlihat saat Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih turun langsung meninjau proses rekonstruksi dan pengaspalan ruas Jalan Perumnas Batu VI–Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Senin (31/8/2026).



Ruas jalan sepanjang 5,6 kilometer tersebut tengah dikerjakan secara bertahap. Pada tahap pertama, pengaspalan dilakukan sepanjang 1,4 kilometer dengan lebar badan jalan sekitar 3,5 meter.


Peninjauan langsung Bupati menjadi penting mengingat jalan tersebut memiliki fungsi strategis bagi masyarakat. Selain menjadi akses mobilitas warga, ruas ini juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan akses menuju sejumlah potensi wisata di kawasan Gunung Maligas.


Bupati: Jangan Hanya Bagus Saat Baru Selesai


Di lokasi pekerjaan, Anton menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditentukan. Pemerintah, menurutnya, tidak ingin pembangunan hanya terlihat baik saat baru selesai, tetapi harus mampu memberikan manfaat dan bertahan dalam jangka panjang.


«“Hari ini kita monitoring rekonstruksi jalan yang ada di Kecamatan Gunung Maligas, tepatnya di Nagori Karang Anyar. Kita ingin memastikan proses pengaspalan berjalan dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi, sehingga kualitas jalan ini dapat bertahan lama dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Anton.»


Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan aspek kualitas sebagai salah satu perhatian utama dalam pekerjaan jalan tersebut.


Sebab, persoalan jalan di daerah tidak berhenti ketika proyek selesai. Kondisi badan jalan setelah digunakan masyarakat, kemampuan drainase mengendalikan air, serta pemeliharaan menjadi faktor yang ikut menentukan apakah pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.


Anton pun mengajak masyarakat ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah.


«“Kita berharap setelah jalan ini selesai, mari kita bersama-sama merawat dan menjaganya. Jalan ini harus memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, memperlancar mobilitas, serta mendukung roda perekonomian, khususnya masyarakat di wilayah ini,” katanya.»


Ada Drainase dan Gorong-gorong, Bukan Hanya Pengaspalan


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Simalungun, Ir. Hotbinson Damanik, menjelaskan bahwa rekonstruksi ruas jalan tersebut dilakukan secara bertahap.


Tahap pertama mencakup pengaspalan sepanjang 1,4 kilometer. Namun pekerjaan disebut tidak hanya berfokus pada lapisan permukaan jalan.


«“Kegiatan hari ini merupakan pengaspalan tahap pertama sepanjang 1,4 kilometer. Pekerjaan rekonstruksi tidak hanya sebatas pengaspalan badan jalan, tetapi pemerintah juga membangun infrastruktur pendukung berupa gorong-gorong dan drainase,” jelas Hotbinson.»


Keberadaan drainase dan gorong-gorong menjadi bagian penting dalam konstruksi jalan, terutama untuk mengantisipasi persoalan air yang dapat mempercepat kerusakan badan jalan.


Dengan demikian, keberhasilan proyek tidak semata-mata dapat dilihat dari mulusnya aspal, tetapi juga dari bagaimana keseluruhan sistem pendukung jalan bekerja setelah digunakan.


Warga Berharap Jalan Baru Buka Akses Ekonomi dan Wisata


Masyarakat Nagori Karang Anyar menyambut baik perbaikan jalan tersebut.


Pangulu Nagori Karang Anyar, Safii, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun atas perhatian terhadap kondisi jalan yang selama ini menjadi akses penting masyarakat.


«“Kami atas nama masyarakat Nagori Karang Anyar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Bupati Simalungun yang telah memperhatikan kondisi jalan kami. Sekarang jalan kami sudah diperbaiki dengan baik dan hasil pembangunannya sangat bagus,” ujar Safii.»


Menurutnya, perbaikan infrastruktur jalan juga berpotensi memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat karena wilayah Nagori Karang Anyar memiliki potensi wisata, salah satunya Pemandian Karang Anyar.


Harapannya, akses yang semakin baik dapat memudahkan wisatawan datang dan pada akhirnya membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.


Tantangan Berikutnya: Memastikan Kualitas Bertahan


Di balik apresiasi terhadap pembangunan tersebut, pekerjaan infrastruktur tentu tidak selesai ketika alat berat meninggalkan lokasi.


Pemerintah daerah masih memiliki tanggung jawab memastikan pekerjaan selesai sesuai spesifikasi, sementara masyarakat memiliki peran menjaga fasilitas yang telah dibangun.


Ruas Perumnas Batu VI–Karang Sari sendiri direncanakan dikerjakan secara bertahap hingga total panjang 5,6 kilometer.


Jika kualitas konstruksi terjaga dan pemeliharaan berjalan baik, jalan tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga menjadi salah satu pengungkit aktivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan tersebut.


Sebaliknya, ukuran keberhasilan pembangunan nantinya bukan sekadar seberapa cepat proyek selesai, melainkan seberapa lama jalan mampu bertahan dan seberapa besar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.


Dalam peninjauan tersebut, Bupati Anton didampingi Kepala Dinas PUTR Kabupaten Simalungun Ir. Hotbinson Damanik serta Camat Gunung Maligas Ayu Rukyah Nasution.


Penulis: HD. L

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال