BI Dorong Kredit Produktif Lewat KLM, UMKM dan Sektor Prioritas Jadi Penggerak Ekonomi Nasional 2026

Jakarta,harian62.info -

Bank Indonesia (BI) terus mendorong penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). KLM bertujuan mendorong penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan.



Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Alexander Lubis,mengatakan KLM diarahkan untuk mendorong pembiayaan ke sejumlah sektor yang dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian.


"Terus pertanian, industri dan hilirisasi, konstruksi, real estate dan perumahan, sektor jasa termasuk ekonomi kreatif. Sektor UMKM seperti apa?Kita juga maksudkan bahwa KLM ini juga mendorong sektor UMKM, kooperasi termasuk nanti sektor-sektor inklusi berkelanjutan," kata Alexander dalam taklimat media di kantor BI, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).


Menurutnya, pertumbuhan sektor-sektor tersebut diharapkan ikut memberikan dampak positif terhadap UMKM. Pasalnya, sektor-sektor tersebut menjadi penggerak utama ekonomi nasional.


"Nah, ini yang memang kita tujukan ke sana KLM termasuk, UMKM untuk terus mendorong UMKM ini.Kenapa sektor-sektor ini? Ekonomi kita mainly di-drive oleh sektor-sektor ini.Harapannya kalau sektor-sektor ini bisa tumbuh lebih cepat, maka dapat mendorong ekonomi yang kita secara keseluruhan," jelas dia.


Alexander menambahkan, dorongan pembiayaan UMKM tidak hanya dilakukan melalui KLM. BI juga memiliki Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang mendorong perbankan untuk terus menyalurkan pembiayaan kepada UMKM.


Ia mengakui pemulihan UMKM setelah pandemi COVID-19 masih membutuhkan dorongan. Karena itu, BI akan terus mendorong perbankan agar penyaluran pembiayaan kepada UMKM semakin luas.


"Kami juga ada yang, satu lagi itu, RPIM, ratio pembiayaan inklusif makroprudensial.Kita harapkan juga bahwa bank-bank ini terus menyalurkan ke UMKM.Nah, ini yang memang saat ini memang tentu kita perlu terus dorong.Memang PR-nya tadi seperti saya sampaikan juga di data-data, memang setelah COVID itu pemulihan UMKM ini masih perlu terus kita dorong," bebernya.


Dalam catatan detikcom, KLM digelontorkan agar bank tidak hanya mempercepat penurunan suku bunga kredit tapi juga mendorong kredit lebih lanjut. Kebijakan ini mendorong permintaan kredit agar undisputed loan bisa digunakan dan kredit ke depan bisa ditanggahkan.


Hingga minggu pertama Agustus 2026,insentif KLM yang diperoleh bank tercatat sebesar Rp 446,5 triliun. Sebagai informasi, total insentif KLM yang dapat diterima bank bisa mencapai 6% dariDana Pihak Ketiga (DPK), naik dari sebelumnya maksimal 5,5%.


Selain itu,alokasi KLM untuk financing channel untuk penyaluran kredit atau pembiayaan kepada sektor prioritas mengalami perubahan. Batas maksimal alokasi turun dari sebelumnya 4,5% menjadi 4% dari DPK.


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال