Geger! Kades dan Sekdes Air Genting Kunci Diri, Gemmako Asahan Tuding Mark Up dan Setoran

Kabupaten Asahan,harian62.info -

Sungguh keterlaluan! Sikap tidak profesional dan penuh ketakutan ditunjukkan oleh Pemerintah Desa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan. Kepala Desa yang bernama Jarodi SE beserta jajarannya diduga lari terbirit-birit dan memerintahkan mengunci rapat seluruh pintu kantor desa saat hendak dikonfirmasi terkait dugaan kegiatan "siluman" yang berlangsung di aula desa.

 

Peristiwa memalukan ini terjadi di kantor Kepala Desa Air Genting Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan, Kamis (16/04/2026) (sekitar pukul 10:00 WIB. Berdasarkan keterangan tim lapangan dari DPP LSM GEMMAKO ASAHAN SUMUT RI, terlihat jelas di dalam aula meja-meja sudah tersusun rapi lengkap dengan konsumsi, menandakan ada kegiatan yang sedang atau akan berlangsung. Namun karena ada lembaga di hentikan diduga takut untuk dikonfirmasi.

 

Namun, alih-alih memberikan penjelasan, Kades justru bertindak layaknya pelaku kejahatan.

 

"Kami melihat ada kegiatan, tapi saat kami datang, diduga kuat Kades menyuruh seluruh perangkat dan Kaur untuk mengunci pintu depan dan samping. Mereka bersembunyi dan lari ketakutan," ungkap tim lapangan.

 

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pintu dibuka. Namun ironisnya, seluruh perangkat desa yang keluar seolah-olah "bisu, tuli, dan amnesia". Mereka tidak berani menjawab satupun pertanyaan terkait kegiatan tersebut, layaknya boneka yang tidak punya nyali.

 

Kinerja Bobrok, Infrastruktur Hancur, Warga Geram

Terpisah, Dodi Antoni, Ketua Umum DPP LSM GEMMAKO ASAHAN SUMUT RI, pada Kamis (16/04/2026) membongkar buruknya wajah pemerintahan di Desa Air Genting.

 

Menurutnya, sosok Jarodi SE sudah TIDAK LAYAK duduk sebagai Kepala Desa sejak lama. Selama masa jabatannya, pelayanan kepada masyarakat hancur lebur, pembangunan infrastruktur tidak jelas, dan dugaan MARK UP ANGGARAN serta ketidaktransparanannya sudah menjadi rahasia umum.

 

"Ini manusia tidak punya rasa malu lagi. Selama dia memimpin, desa tidak aman. Kriminalitas marak, pencurian sering terjadi, hingga warga terpaksa turun ke jalan melakukan demonstrasi karena sudah tidak tahan dengan kesewenang-wenangannya," tegas Dodi Antoni dengan nada geram.

 

 Diduga "Bayar Setoran" ke Atasan, Jadi Kebal Hukum?

 

Yang menjadi pertanyaan besar dan sangat mencurigakan adalah, meskipun sudah banyak laporan, pemberitaan, dan aksi protes warga, Kades ini seolah memiliki "Surat Izin Berbuat Dosa" dan kebal hukum.

 

GEMMAKO menduga kuat ada aliran dana atau "SETORAN" yang dilakukan Kades kepada oknum pejabat di atasnya, termasuk diduga ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) bahkan hingga ke lingkungan Pemkab.

 

"Kenapa Kadis PMD dan pihak terkait diam saja? Padahal kasusnya sudah mencuat ke mana-mana. Apakah mereka sudah 'dibeli' atau memang sengaja menutup mata dan telinga? Ini sungguh memalukan, pemimpin daerah kok diam layaknya kerbau disuapi rumput," serang Dodi.

 

GEMMAKO Siap Turunkan Massal!

 

LSM GEMMAKO ASAHAN memberikan peringatan keras. Jika tidak ada tindakan tegas dan penegakan hukum terhadap Kades-kades nakal termasuk Jarodi SE, maka dalam waktu dekat LSM ini akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran.

 

"Kami tidak akan main-main. Seluruh Kades yang diduga korupsi, mark up, dan tidak becus bekerja akan kami tuntut. Kami ingin efek jera! Jangan anggap rewan aspirasi masyarakat dan pengawasan LSM," ancamnya.


(Red/Tim)

0 Komentar

KLIK DISINI untuk bergabung