KARAWANG,harian62.info -
Komitmen Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Karawang dalam menyapu bersih peredaran Obat Keras Tertentu (OKT) kembali membuahkan hasil. Pada Selasa siang (14/4/2026), petugas berhasil menciduk seorang terduga pengedar di wilayah Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek, dalam sebuah operasi senyap yang sempat menyita perhatian warga.
Langkah tegas ini diambil guna memutus mata rantai penjualan obat-obatan terlarang tanpa izin yang kian meresahkan masyarakat Karawang. Namun, di balik keberhasilan operasi tersebut, terselip sebuah drama lapangan yang melibatkan seorang jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya sebagai kontrol sosial.
Ani, jurnalis dari Media HWK, secara tidak sengaja berada di lokasi saat borgol petugas menyentuh pergelangan tangan sang pelaku. Alih-alih hanya melintas, insting kewartawanannya langsung bekerja. Ia segera mendokumentasikan peristiwa tersebut demi transparansi informasi publik.
Sayangnya, aksi profesionalitas ini sempat disalahpahami. Muncul narasi di media sosial yang menuding bahwa dirinya melakukan pembuntutan terhadap kendaraan petugas.
Menanggapi hal tersebut, Ani memberikan klarifikasi tegas untuk meluruskan distorsi informasi yang beredar.
"Saya sedang dalam perjalanan pulang dari Cikampek menuju Rengasdengklok. Saat melintas di Dawuan, saya melihat penangkapan penjual obat terlarang. Sebagai kontrol sosial, tugas saya adalah meliput fakta di lapangan," ungkap Ani dengan tenang namun tegas.
Kebetulan yang Menjadi Sorotan
Terkait tuduhan "membuntuti" mobil petugas, Ani menjelaskan bahwa hal tersebut murni merupakan faktor geografis rute perjalanannya.
"Arah pulang saya memang ke Rengasdengklok, yang kebetulan searah dengan mobil petugas yang membawa pelaku menuju Mapolres Karawang. Saya bukan mengikuti, tapi memang satu jalur tujuan. Jadi, tuduhan bahwa saya 'mengaku-ngaku' atau sengaja mengikuti itu sama sekali tidak benar," tambahnya.
Proses Hukum Terus Bergulir
Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Karawang. Pihak kepolisian tengah melakukan pemeriksaan intensif untuk membongkar jaringan yang lebih luas di balik peredaran obat-obatan tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bagi publik bahwa di samping ketegasan aparat dalam menegakkan hukum, kehadiran pers di lapangan berfungsi sebagai mata dan telinga masyarakat untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai koridor yang semestinya pungkas
( NK )

0 Komentar