Baru Seumur Jagung, Proyek Box Culvert Way Pete 2 di Way Kanan Diduga Dikerjakan Asal Jadi

                 Way Kanan,harian62.info-


WAY KANAN – Proyek pembangunan box culvert Way Pete 2 yang berlokasi di Desa Suka Agung, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan, kini tengah menjadi sorotan tajam masyarakat. Meski baru saja rampung pada tahun anggaran 2025, infrastruktur tersebut ditemukan sudah mengalami kerusakan serius berupa keretakan di berbagai sisi.


Proyek yang dikerjakan oleh CV Cahaya Alam Jaya Makmur ini diduga kuat dilaksanakan tanpa mengedepankan standar kualitas yang mumpuni. Munculnya kerusakan pada usia bangunan yang masih sangat muda ini memicu spekulasi adanya indikasi pengerjaan yang kurang maksimal serta lemahnya pengawasan dari instansi terkait di lapangan.



Berdasarkan pantauan Awak Media lapangan, guratan retak terlihat jelas merambat pada bagian Talut Penahan Tanah (TPT) bangunan jembatan. Kondisi ini sangat disayangkan, mengingat anggaran yang digelontorkan pemerintah tergolong fantastis hingga mencapai angka miliaran rupiah. Idealnya, dana sebesar itu mampu menghasilkan infrastruktur kokoh yang menjamin mobilitas warga dalam jangka panjang.



Kualitas Material Diduga di Bawah Standar: Keretakan dini mengindikasikan adanya kemungkinan komposisi material yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan.


Pengerjaan Diduga Terburu-buru: Hasil akhir yang tampak kasar menunjukkan adanya indikasi pengerjaan yang dipaksakan selesai tanpa memperhatikan detail kekuatan struktur dan estetika.


 Jika tidak segera ditangani secara total, keretakan tersebut dikhawatirkan akan semakin melebar dan berpotensi Talut hancur.


"Sangat disayangkan, bangunan ini belum lama berdiri tapi sudah tampak seperti bangunan tua yang tidak terawat. Ini menunjukkan adanya dugaan kegagalan konstruksi atau minimal pengerjaan yang tidak mengedepankan kualitas," ujar salah satu warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.



Masyarakat kini mendesak Dinas Pekerjaan Umum (PU) maupun instansi pemberi kerja untuk segera memanggil pihak kontraktor pelaksana. Warga menuntut pertanggungjawaban nyata dan menolak jika perbaikan hanya dilakukan secara "tambal sulam".



"Perbaikan kosmetik tidak akan menyelesaikan masalah jika struktur dasarnya memang sudah rapuh sejak awal. Kami butuh solusi permanen karena ini menyangkut uang rakyat," pungkasnya.


Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan kerusakan pada proyek tersebut

Heri Yanto.

0 Komentar

KLIK DISINI untuk bergabung