Harian62.info (Muba) – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) semakin gencar menggenjot program kerja demi menanggulangi kemiskinan dan menghapus kemiskinan ekstrem. Upaya ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan pengentasan kemiskinan sebagai salah satu prioritas utama.
Komitmen ini ditegaskan saat Sekretaris Daerah Muba, Dr. Apriyadi M.Si, mengikuti Sosialisasi Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Terhadap Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2025 secara virtual. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda pada Senin ini menekankan pentingnya pengukuran kinerja pemerintah daerah dalam mengimplementasikan program-program terkait.
Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Ir. Restuardy Daud M.Sc., menyoroti urgensi evaluasi ini. "Pemerintah Daerah perlu mengukur kinerja sejauh mana implementasi program dalam pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem di daerah masing-masing," ungkapnya.
Lebih lanjut, Restuardy Daud juga mengungkapkan bahwa setiap tahun pemerintah pusat memberikan insentif fiskal kepada daerah yang berhasil dalam upaya ini. "Reward tersebut berupa insentif fiskal yang diberikan kepada Pemerintah Daerah yang dinilai berhasil dalam pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem," jelasnya. Insentif ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam program pengentasan kemiskinan.
Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Muba, Dr. Apriyadi M.Si, menegaskan bahwa isu kemiskinan di Muba tetap menjadi prioritas utama yang akan ditanggulangi melalui berbagai program Pemkab Muba. "Program kerja ke depan Pak Bupati Toha dan Wakil Bupati Rohman juga memfokuskan untuk pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem," pungkasnya.
Dengan adanya dorongan insentif fiskal dari pemerintah pusat dan komitmen kuat dari kepemimpinan daerah, Pemkab Muba siap mengambil langkah-langkah konkret untuk mewujudkan Musi Banyuasin yang lebih sejahtera, bebas dari kemiskinan ekstrem.
(Randi/team)



