Pembunuhan,Mertua Tega Membunuh Mantu Sendiri

 








Jawa Timur,Harian62.Online-


Ternyata satu jam sebelum dibunuh mertua biadab, istri di Pasuruan bernama Fitria Almuniroh Hafidloh Diana (23) sempat ngobrol via telepon dengan ibu kandungnya, Nurul Afini.

Fitria dan ibunya sempat ngobrol soal rencana syukuran kehamilan korban yang kini sudah memasuki usia 7 bulan.

Tak hanya itu, Fitra juga sempat curhat soal keinginannya menjual TV untuk membeli sepeda.

Namun siapa sangka, saat itu merupakan terakhir kali Nurul mendengar suara Fitria.

Karena tak lama setelah teleponnya ditutup, Fitria menjadi korban pembunuhan mertuanya bernama Khoiri (53).

Pembunuhan itu terjadi di rumah korban di Dusun Blimbing, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (31/10/2023)..

Saat kejadian, hanya ada Fitria dan Khoiri di rumah tersebut. Suami korban sedang interview kerja.

Dikutip dari Kompas.com, Nurul bercerita soal percakapan terakhir dengan sang putri sebelum tewas.

Warga Perum Sinar Amerta Medayu Selatan, Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya itu menyebut, anaknya melakukan telepon video selama hampir dua jam pada hari kejadian.

"Saya video call (panggilan video) dari jam 13.00 WIB sampai 14.45 WIB, hampir jam 15.00 WIB," kata Nurul Arifin, saat berada di rumahnya di Surabaya, Rabu (1/11/2023).

Di telepon tersebut Fitria bercerita, ingin membeli sepeda yang bisa digunakan untuk sehari-hari.

Fitria berencana membeli sepeda dengan menjual televisinya.

"Dia (korban) sempat bilang, bu aku mau jual TV sama STB (set top box)-nya, buat beli sepeda jelek-jelekan. Suamiku minta Rp 1 juta, kemarin sempat ditawar orang Rp 750 ribu," ujarnya.

Dalam percakapan itu, Nurul bercerita sempat mengeluh sakit perut kepada anaknya.

Di telepon tersebut Fitria bercerita, ingin membeli sepeda yang bisa digunakan untuk sehari-hari.

Fitria berencana membeli sepeda dengan menjual televisinya.

"Dia (korban) sempat bilang, bu aku mau jual TV sama STB (set top box)-nya, buat beli sepeda jelek-jelekan. Suamiku minta Rp 1 juta, kemarin sempat ditawar orang Rp 750 ribu," ujarnya.

Dalam percakapan itu, Nurul bercerita sempat mengeluh sakit perut kepada anaknya.

Kemudian Nurul mengungkap rencana syukuran yang ingin diadakan sebab kehamilan sang putri sudah memasuki 7 bulan.

"Saya sempat bilang 'mbak (Fitria) ibu pertunya sakit lambung kumat, doakan ibu sembuh, biar bisa cari waktu tingkepan tujuh bulanan kandungan kamu'," ucap Nurul.

Nurul menduga, pembunuhan itu terjadi satu jam setelah Fitria menutup telepon.

Sebab Nurul ingat polisi menyebut Fitria pertama kali diketahui oleh suaminya, Sueb sekitar pukul 16:00 - 17:00 WIB.

Sueb yang baru pulang interview kerja syok melihat istrinya tak bernyawa di dalam kamar.

Fitria tewas dengan luka di lehernya.

Sedangkan Khoiri sempat kabur ke rumah tetangganya setelah Sueb pulang ke rumah.

Nurul mendapatkan kabar anaknya dibunuh pada 17:30 WIB. Ia pun bergegas menuju Puskesmas Purwodadi tempat Fitria mendapatkan perawatan.

Sampai di puskesmas Nurul hanya bisa pasrah melihat keadaan Fitria yang sudah tak bernyawa dengan luka menganga di lehernya.

"Di sana aku lihat anakku pegang perutnya, di sininya (leher) mengangat. Cuma wajahnya senyum, ya allah nak intinya saya mau keadilan," kata Nurul.


Sumber:Tribun


Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال