KLATEN (harian62.online) - Komunitas Sungai Poitan (KSP) mengikuti serangkaian kegiatan Lomba Komunitas Peduli Sungai (KPS) tingkat propinsi Jawa Tengah, yang mulai dilaksanakan penjurian pada hari ini (Senin, 10 Juli 2023). Penilaian dilakukan oleh tim juri yang berasal dari akademisi, Praktisi dan pemerhati sumber daya air, yaitu; Prof. Dr. Ir. Slamet Imam Wahyudi, DEA; Sarwono, ST. MT; Ir. Agus Gunawan Wibisono; Dr. Ir. Anik Sarminingsih, MT, IPM dan Nathan Setyawan, ST, M.Eng..
Dari pantauan harian62.online, dalam penJurian tersebut dihadiri para anggota komunitas Sungai Poitan yang terdiri dari Jagalan Reaksi Cepat (JRC), yang merupakan komunitas sukarelawan desa Jagalan; Mama Cantik Arisan di Kali (Macan Arli); Komunitas Sungai Poitan (KSP) Junior, yang merupakan komunitas peduli sungai para pemuda dan pemudi desa Jagalan.
Diawali dengan tarian Bhayangkara Wira Pertiwi dari sanggar Saraswati, Bekelan, Karangnongko yang menjadi sambutan selamat datang kepada seluruh tamu undangan. Dilanjutkan dengan bersama-sama menyanyikan Lagu Indonesia Raya, sebagai tanda dimulainya pelaksanaan kegiatan.
Sunarna SH, Plh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Sekda) Klaten dalam sambutannya menjelaskan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan sekolah sungai di kabupaten Klaten, dengan harapan terwujudnya sungai yang jernih, sehat dan bermanfaat bagi masyarakat.
Debby Triasmoro, ST, MM, Kepala Balai Psda Bengawan Solo dalam sambutannya mengharapkan adanya koordinasi dan kerjasama yang erat antara masyarakat dengan pemerintah daerah untuk menjaga dan melindungi kelestarian sungai.
Dipandu PID Ressy Miryanti, moderator Komunitas Sungai Poitan, yang memaparkan secara singkat Komunitas Peduli Sungai di Poitan, Jagalan dan komunitas pendukungnya. Rangkaian pelaksanaan penjurian pun dimulai dengan selayang pandang terbentuknya Komunitas Sungai Poitan oleh Rafi Agung Nugraha, ketua Komunitas Sungai Poitan. Didampingi Tukiyem, ketua fasilitas orang Eling Waspada Siaga (EWS) dan Sarjaka, ketua bidang pariwisata Sungai Desa Jagalan.
Selanjutnya tim juri dan para tamu undangan turun ke lapangan meninjau kawasan sungai Poitan, sekaligus menyaksikan edukasi simulasi bencana yang dipandu oleh fasilitas orang Eling Waspada Siaga (EWS) kali Poitan. Mulai dari pengenalan bencana gunung meletus, gempa, angin rebut, kebakaran, banjir dan longsor.
Turut hadir dalam kegiatan penjurian tersebut: Dinas PUPR provinsi Jawa Tengah beserta jajarannya, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Kepala Balai PSDA Solo, Sekda Kabupaten Klaten, beserta jajarannya, kepala Kecamatan Karangnongko beserta jajarannya, kepala Desa Jagalan beserta jajarannya dan Kapolsek Karangnongko.



