Berdasarkan hasil pengamatan di sejumlah sekolah, masih ditemukan makanan MBG yang tidak dihabiskan oleh sebagian siswa. Bahkan, ada siswa yang hanya mengonsumsi buah, sementara makanan utama dan menu lainnya tidak dimakan hingga akhirnya menjadi sisa makanan.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terjadinya pemborosan apabila jumlah makanan yang disiapkan tidak disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan makan para siswa.
Karena itu, pendataan penerima MBG di setiap sekolah dinilai perlu dilakukan kembali secara berkala. Pendataan ulang diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai jumlah siswa yang benar-benar membutuhkan dan mengonsumsi makanan yang disediakan.
Selain jumlah penerima, evaluasi juga penting dilakukan terhadap menu makanan. Menu yang diberikan sebaiknya mempertimbangkan selera anak, kandungan gizi, porsi, serta tingkat makanan yang benar-benar dikonsumsi siswa.
Pengamatan terhadap sisa makanan juga dapat menjadi bahan evaluasi. Jika dalam jumlah besar makanan tertentu selalu tersisa, pihak terkait dapat mempertimbangkan apakah menu tersebut perlu diganti atau porsinya disesuaikan.
Program MBG pada dasarnya tidak hanya berbicara mengenai pembagian makanan, tetapi juga bagaimana makanan tersebut benar-benar dikonsumsi dan memberikan manfaat bagi siswa.
Dengan adanya pendataan ulang dan evaluasi secara rutin, diharapkan pelaksanaan MBG di sekolah dapat menjadi lebih tepat sasaran. Anggaran yang telah disiapkan pemerintah pun dapat dimanfaatkan secara lebih efektif sehingga makanan yang diberikan benar-benar sampai pada siswa dan dikonsumsi secara optimal.
Pihak sekolah, penyedia makanan, serta instansi terkait juga diharapkan dapat melakukan komunikasi secara terbuka untuk mengetahui penyebab makanan tidak habis. Dengan demikian, persoalan tersebut tidak hanya dilihat sebagai masalah siswa tidak menghabiskan makanan, tetapi menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki pelaksanaan program.
Evaluasi dan pendataan ulang menjadi penting agar program MBG tidak sekadar membagikan makanan, tetapi benar-benar memenuhi tujuan utamanya, yakni membantu meningkatkan asupan gizi dan kesehatan para siswa.
PARIS.PURBA



