Lahirnya MMPBD: Wadah Aspirasi Umat Muslim Asli Papua Barat Daya


 SORONG, harian62.info -

Sejumlah tokoh intelektual muda muslim asli Papua Barat Daya resmi mendeklarasikan keberadaan Majelis Muslim Papua Barat Daya (MMPBD). Langkah ini merupakan kelanjutan dari komunitas Muslim Papua Wilayah Doberay, yang disepakati pembentukannya pada malam 5 September 2026.

 

Dalam acara deklarasi tersebut, Jalil Usman Ugaje dan Fatra Muhammad Soltief ditunjuk sebagai Ketua dan Sekretaris Sementara organisasi yang baru saja lahir ini. Jalil menyampaikan, kehadiran MMPBD sengaja dirancang sebagai wadah yang menampung seluruh aspirasi umat Islam di Provinsi Papua Barat Daya.

Kami berharap ke depan organisasi ini menjadi wadah menyuarakan aspirasi umat Muslim asli Papua yang ada di wilayah budaya Doberay, sekaligus mendorong pembangunan masyarakat di wilayah Sorong Raya dan sekitarnya," ujar Jalil.

 

Fatra Muhammad Soltief selaku Sekretaris Sementara menegaskan, pembentukan organisasi ini bukan tanpa alasan. Ia melihat adanya kebutuhan mendesak agar umat Muslim asli Papua memiliki wadah yang benar-benar hadir di tengah masyarakat adat, selaras dengan nilai adat, istiadat, dan budaya setempat.

 

"Kami melihat ini sangat urgen dan penting untuk segera hadir di tengah masyarakat adat di wilayah budaya Doberay. Kami mendeklarasikan diri sebagai wadah Muslim Asli Papua yang berkorelasi erat dengan adat, istiadat, dan budaya di masing-masing wilayah adat kami," tegas Fatra.

 

Ke depannya, pengurus sementara akan memprioritaskan penyelesaian legalitas organisasi, lalu menyusun langkah konsolidasi ke seluruh kabupaten dan kota di wilayah Papua Barat Daya untuk membentuk jaringan kepengurusan daerah.

 

"Pengurus sudah terbentuk. Selanjutnya kami akan melengkapi legalitas, kemudian melakukan konsolidasi ke kabupaten dan kota untuk membentuk cabang-cabang," jelas Jalil.

 

Sementara itu, tokoh intelektual muslim asli Papua, Ircha Wainsyaf, menilai pembentukan MMPBD adalah langkah yang sangat tepat dan diperlukan dalam kondisi saat ini. Ia juga menjelaskan posisi organisasi tersebut yang berdiri sendiri dan tidak bernaung di bawah Majelis Muslim Papua, mengingat perbedaan wilayah provinsi.

 

"Lembaga ini tidak bernaung langsung dengan Majelis Muslim Papua, karena kami berada di provinsi yang berbeda. Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan rapat kerja dan mulai membuka sayap organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota," tutur Ircha.

Baca Juga Brow
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

 


Iklan

 


نموذج الاتصال