Bekasi,Harian62,Info
BEKASI — Kondisi sarana dan prasarana (sarpras) di SDN 02 Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, menjadi perhatian. Sejumlah fasilitas sekolah terlihat membutuhkan perawatan, mulai dari pagar, kamar mandi, halaman hingga kaca jendela.
Persoalan ini bukan semata soal tampilan fisik sekolah. Kondisi sarana-prasarana secara langsung berkaitan dengan keamanan, kenyamanan, kesehatan, serta kelayakan lingkungan belajar bagi siswa.
Berdasarkan pantauan awak media HARIAN62, sebagian pagar sekolah yang berada di area berdekatan dengan persawahan terlihat mengalami keruntuhan. Kondisi pagar tersebut patut menjadi perhatian karena fasilitas itu merupakan bagian dari pembatas dan keamanan lingkungan sekolah.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan fasilitas sekolah berpotensi mengganggu rasa aman siswa selama berada di lingkungan pendidikan. Terlebih, pagar merupakan fasilitas yang semestinya berfungsi dengan baik sebagai bagian dari perlindungan dan pengaturan batas area sekolah.
Kondisi kamar mandi juga tak kalah penting. Pada sejumlah bagian terlihat fasilitas yang kurang terawat. Salah satu pintu kamar mandi disebut tidak memiliki engsel, sementara pada bagian lainnya dinding terlihat belum diplester dan diaci.
Kondisi sanitasi sekolah tentu menjadi persoalan yang tidak dapat dipandang sekadar sebagai masalah estetika. Kamar mandi merupakan fasilitas dasar yang digunakan siswa setiap hari. Kondisi yang kurang layak dapat memengaruhi kenyamanan siswa dan berhubungan dengan kebersihan lingkungan sekolah.
Begitu pula dengan halaman sekolah. Sejumlah bagian terlihat kurang terawat. Sementara itu, awak media menemukan kaca jendela yang pecah dan belum terlihat diganti.
Kaca jendela yang pecah bukan hanya mengurangi kenyamanan ruang belajar, tetapi juga perlu segera ditangani karena berkaitan dengan aspek keselamatan siswa dan warga sekolah.
Rangkaian kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan yang lebih mendasar: apakah pemeliharaan sarana-prasarana di SDN 02 Kertamukti telah dilakukan secara rutin dan apakah setiap kerusakan yang berpotensi mengganggu keamanan serta kenyamanan siswa telah segera ditindaklanjuti?
Sorotan tersebut menjadi semakin menarik karena sekolah dipimpin oleh Narlih Sunaryo, yang juga disebut menjabat sebagai Ketua K3S Kecamatan Cibitung.
Posisi Ketua K3S memang tidak menjadikan Narlih Sunaryo sebagai atasan bagi kepala sekolah lainnya. Namun, K3S merupakan wadah koordinasi kepala sekolah. Karena itu, persoalan pengelolaan lingkungan sekolah, termasuk pemeliharaan fasilitas yang mendukung proses belajar siswa, merupakan hal yang relevan untuk menjadi perhatian bersama.
Sebab, bagi siswa, sekolah bukan hanya tempat menerima pelajaran. Sekolah merupakan lingkungan tempat mereka belajar, beraktivitas, menggunakan fasilitas sanitasi, dan menghabiskan sebagian besar waktunya pada hari sekolah. Karena itu, fasilitas yang aman dan layak merupakan bagian penting dari lingkungan pendidikan.
Atas kondisi tersebut, awak media HARIAN62 meminta klarifikasi kepada Kepala SDN 02 Kertamukti sekaligus Ketua K3S Kecamatan Cibitung, Narlih Sunaryo.
Klarifikasi yang diminta meliputi penyebab sebagian pagar mengalami keruntuhan, kondisi kamar mandi, pemeliharaan halaman, kaca jendela yang pecah, serta langkah konkret yang telah maupun akan dilakukan untuk memastikan fasilitas sekolah kembali layak digunakan.
HARIAN62 juga mempertanyakan apakah kondisi tersebut telah dilaporkan kepada pengawas sekolah atau Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi serta apakah telah ada tindak lanjut dari pihak yang memiliki kewenangan.
Publik tentu berhak mengetahui sejauh mana fasilitas pendidikan di sekolah tersebut dipelihara dan bagaimana pihak sekolah memastikan keamanan serta kenyamanan siswa tetap menjadi prioritas.
Pemberitaan ini disusun berdasarkan hasil pantauan awak media di lapangan dan ditujukan untuk meminta penjelasan mengenai kondisi fasilitas pendidikan, bukan untuk menyimpulkan adanya pelanggaran atau kesalahan pihak tertentu tanpa klarifikasi dan bukti yang memadai.
HARIAN62 memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Kepala SDN 02 Kertamukti, Ketua K3S Kecamatan Cibitung, pengawas sekolah, maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.
PARIS PURBA








