Kadar Garam Air Baku Meningkat, Perumda Tirta Khatulistiwa Imbau Air PDAM Tak Dikonsumsi Sembarangan

PONTIANAK,harian62.info - 

Meningkatnya kadar garam (salinitas) pada air baku Sungai Kapuas akibat musim kemarau menjadi perhatian serius Perumda Air Minum (Perumda) Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak. Fenomena intrusi air laut yang terjadi saat debit Sungai Kapuas menurun menyebabkan kualitas air baku mengalami perubahan sehingga berdampak terhadap mutu air yang didistribusikan kepada pelanggan di sejumlah wilayah pelayanan.


Direktur Utama Perumda Tirta Khatulistiwa, Abdillah, mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak menggunakan air PDAM sebagai air minum maupun untuk keperluan memasak hingga kualitas air kembali memenuhi standar baku mutu. Sementara itu, air masih dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mandi, mencuci, membersihkan rumah, dan keperluan sanitasi lainnya.


Menurut Abdillah, meningkatnya salinitas merupakan fenomena alam yang lazim terjadi saat musim kemarau berkepanjangan. Berkurangnya debit Sungai Kapuas memungkinkan air laut masuk lebih jauh ke wilayah hulu sehingga kadar garam pada sumber air baku meningkat dan memengaruhi proses pengolahan air bersih.


Menghadapi kondisi tersebut, Perumda Tirta Khatulistiwa terus melakukan pemantauan kualitas air baku secara intensif, meningkatkan frekuensi pengujian laboratorium, mengoptimalkan proses pengolahan, serta melakukan penyesuaian sistem produksi dan distribusi agar pelayanan air bersih kepada pelanggan tetap berjalan semaksimal mungkin.


Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan bahwa Pemerintah Kota Pontianak terus berkoordinasi dengan Perumda Tirta Khatulistiwa dan instansi terkait dalam mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap ketersediaan air bersih. Pemkot juga melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi Sungai Kapuas sebagai sumber air baku utama masyarakat Kota Pontianak.


Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung seluruh langkah teknis yang dilakukan Perumda Tirta Khatulistiwa agar pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan Perumda, serta menggunakan air secara hemat dan bijaksana selama kondisi salinitas masih tinggi.

Pemerintah Kota Pontianak juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketersediaan air bersih dengan mengurangi pemborosan penggunaan air dan menyiapkan cadangan air minum yang layak konsumsi apabila diperlukan.


Perumda Tirta Khatulistiwa menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pontianak, BMKG, dan instansi terkait dalam memantau perkembangan musim kemarau. Langkah mitigasi akan terus dilakukan agar dampak peningkatan kadar garam terhadap pelayanan air bersih dapat diminimalkan, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.


(Bsg/Red)

0 Komentar

KLIK DISINI untuk bergabung