Pasaman barat, Harian62-info--
Tim Satuan Tugas Pengendalian BBM Subsidi Kabupaten Pasaman Barat bersama PT Pertamina Sumatera Barat menemukan praktik penyalahgunaan barkode subsidi saat menggelar inspeksi mendadak di sejumlah SPBU, Kamis (4/6). Sejumlah oknum yang diduga menggunakan barkode ganda untuk satu kendaraan langsung diamankan untuk proses lebih lanjut.
Sidak digelar sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan antrean panjang BBM subsidi di wilayah Pasaman Barat. Tim menyasar dua SPBU yang menjadi titik pemantauan, yakni SPBU Simpang Empat dan SPBU Sarik Luhak Nan Duo.
Di SPBU Simpang Empat, tim mendapati antrean kendaraan roda dua dan roda empat yang telah mengular sejak dini hari untuk mendapatkan Biosolar dan Pertalite. Pemeriksaan dilakukan secara acak terhadap kendaraan yang sedang mengisi BBM subsidi.
Kabag Ops Polres Pasaman Barat Kompol Farel yang memimpin kegiatan itu mengatakan pemeriksaan difokuskan pada empat aspek utama, yaitu kesesuaian barkode dengan nomor polisi kendaraan, penggunaan barkode ganda, indikasi modifikasi tangki, serta pembelian berulang dalam satu hari menggunakan barkode yang sama.
"Dari hasil pemeriksaan acak, kami menemukan beberapa kendaraan yang menggunakan lebih dari satu barkode untuk satu kendaraan. Praktik seperti ini merupakan bentuk penyalahgunaan dan tidak dibenarkan," ujar Kompol Farel.
Terhadap kendaraan yang terbukti melanggar, petugas langsung melakukan pendataan dan pengamanan. Barkode yang terindikasi disalahgunakan segera dinonaktifkan oleh tim checker PT Pertamina Sumatera Barat yang turut mendampingi kegiatan pengawasan di lapangan.
Kompol Farel menegaskan, apabila ditemukan indikasi penimbunan atau penyalahgunaan BBM subsidi dalam jumlah besar, kasus tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Sidak ini bukan sekadar kegiatan pengawasan rutin. Siapa pun yang terbukti menyalahgunakan atau menimbun BBM subsidi akan diproses sesuai aturan perundang-undangan," tegasnya.
Selain melakukan pengawasan, tim Pertamina juga memberikan pembinaan kepada operator SPBU. Checker Pertamina Suroto mengingatkan pentingnya ketelitian petugas dalam memverifikasi barkode dan identitas kendaraan guna mencegah penyalahgunaan sejak di tingkat pelayanan.
"Petugas SPBU merupakan garda terdepan dalam memastikan subsidi tepat sasaran. Karena itu, verifikasi barkode dan data kendaraan harus dilakukan secara cermat," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Pasaman Barat Agusli yang hadir mewakili Bupati Pasaman Barat Yulianto menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengawal distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran.
Menurutnya, Bupati Yulianto telah menginstruksikan agar pengawasan dilakukan secara berkala guna mencegah praktik penyalahgunaan yang merugikan masyarakat. Ia berharap dengan penertiban tegas ini, antrian panjang BBM subsidi di Pasaman Barat segera terurai dan hak masyarakat kecil bisa kembali terselamatkan.
"Pengawasan akan terus dilakukan secara rutin. Tujuannya agar BBM subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak, seperti petani, nelayan, pelaku UMKM, dan angkutan umum. Di sisi lain, tindakan tegas ini juga diharapkan memberikan efek jera bagi para pelanggar," ujar Agusli.
Ia menambahkan, sidak serupa akan diperluas ke seluruh SPBU di Pasaman Barat sebagai bagian dari upaya penguatan pengawasan distribusi BBM subsidi.
Kegiatan tersebut melibatkan Tim Terpadu yang terdiri dari Checker PT Pertamina Sumatera Barat, Polres Pasaman Barat, Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, serta Satpol PP Kabupaten Pasaman Barat.
(Windi wulandari)

0 Komentar