KABUPATEN ASAHAN,harian62.info -
Sangat disayangkan kinerja pelayanan di kawasan Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Asahan, khususnya pada bagian pelayanan yang dikelola oleh Dinas Kesehatan. Seorang warga melaporkan kekecewaannya langsung ke Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi (DPP LSM GEMMAKO) Kabupaten Asahan, terkait dugaan buruknya pelayanan dan kedisiplinan pegawai yang dinilai sangat merugikan masyarakat.
Pelapor yang bernama dengan inisial DS mengaku sudah berada di lokasi sejak pukul 07.45 WIB pagi, bersamaan dengan beberapa warga lain yang hendak mengurus administrasi jaminan kesehatan, tepatnya pelayanan BPJS-PBI di Loket 10 milik Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan. Namun, alih-alih mendapatkan pelayanan, masyarakat terpaksa menunggu berjam-jam karena petugas pelayanan belum juga berada di tempat kerja.
Melalui pesan dan rekaman video yang dikirimkan ke pihak GEMMAKO, Senin (11/05/2026), DS menyampaikan rasa geram dan kekecewaannya. "Bang Dod, tolong beritakan ini. Kondisi di Mall Pelayanan Publik bagian kesehatan ini parah sekali, khususnya layanan BPJS-PBI Dinkes. Padahal kami sudah datang sejak jam 8 kurang, tapi sampai jam 08.15 WIB petugasnya belum ada yang datang. Kami dan masyarakat lain sudah menunggu cukup lama di sini," ungkap Dziki dengan nada kecewa.
Kondisi tersebut berlanjut hingga pukul 08.25 WIB, namun loket pelayanan masih dalam keadaan kosong tanpa petugas. Menurut pengamatan DS petugas baru terlihat datang dan menempati loket pelayanan mendekati pukul 08.30 WIB.
Hal ini dinilai Dziki sebagai bentuk pembiaran dan ketidakpedulian Dinas Kesehatan terhadap waktu masyarakat, seolah-olah jam kerja ditentukan sesuka hati petugas, bukan sesuai aturan pelayanan publik yang berlaku.
"Ini seolah-olah membiarkan masyarakat menunggu. Petugas baru datang sekitar pukul 08.30 WIB. Apakah begini caranya Dinkes Asahan melayani rakyat? Sangat disayangkan sekali, pelayanan terkesan sewenang-wenang," pungkas DS dalam laporannya.
Terpisah, menanggapi laporan tersebut, Ketua Umum DPP LSM GEMMAKO Asahan, Dodi Antoni, langsung merespons dengan tegas. Ia meminta Bupati Asahan dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) selaku pembina Mall Pelayanan Publik, untuk segera menindak tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan beserta jajarannya.
Menurut Dodi, kasus keterlambatan jam kerja ini hanyalah satu dari sekian banyak bukti buruknya sistem kerja dan pelayanan di lingkungan Dinas Kesehatan Asahan yang sudah menjadi keluhan publik.
"Kami meminta agar Kepala Dinas Kesehatan beserta para pegawainya yang tidak disiplin dan tidak profesional ini segera dijatuhkan sanksi tegas, bahkan kami minta jika perlu diberhentikan. Mereka tidak kooperatif dan tidak memiliki rasa tanggung jawab dalam memberikan pelayanan publik, padahal itu adalah hak masyarakat," tegas Dodi Antoni.
Lebih jauh, Dodi menyoroti bahwa nama Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan seolah sudah menjadi catatan buruk yang tidak bisa ditutup-tutupi. Mulai dari isu dugaan korupsi yang bergulir, rendahnya kualitas pelayanan, hingga sistem kerja yang amburadul, semuanya terjadi di bawah kepemimpinan dr. Harry Sapna sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan.
"Sudah bukan rahasia umum lagi di Kabupaten Asahan, Dinas Kesehatan menjadi sorotan terburuk. Mulai dari dugaan korupsi, pelayanan yang berbelit, hingga kedisiplinan yang nol besar. Ini adalah catatan terburuk sepanjang sejarah kepemimpinan di sektor kesehatan di Asahan selama dipimpin dr. Harry Sapna," cetusnya.
Dodi juga mengancam, jika tidak ada perubahan nyata dan tindakan tegas dari Pemerintah Kabupaten Asahan dalam waktu dekat, pihaknya bersama elemen masyarakat akan turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran sebagai bentuk protes agar ada pembenahan total di sektor kesehatan daerah ini.
"Kami berikan waktu secepatnya untuk perbaikan. Jika tidak ada perubahan, kami pastikan dalam waktu dekat akan mengerahkan massa melakukan aksi unjuk rasa, agar pemerintah sadar bahwa kondisi kesehatan dan pelayanan di Asahan sudah sangat memprihatinkan dan harus diperbaiki sekarang juga," tutup Dodi.

0 Komentar