SIGERAK Hadir di Sorong: Pasar Murah Keliling Langsung ke Warga, Solusi Tekan Inflasi


KOTA SORONG,harian62.info -

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Papua Barat berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kota Sorong resmi meluncurkan program inovatif SIGERAK (Sinergi Gerak Pangan Murah Keliling PBD).

 

Dilaunching di halaman Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Selasa (12/5/2026), langkah ini merupakan strategi konkret untuk meredam laju inflasi yang saat ini masih berada di atas target nasional.

 

Sinergi Adalah Kunci

Perwakilan KPwBI Papua Barat, Setian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Ia menegaskan, menjaga stabilitas harga tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan butuh kerjasama kuat antarinstansi.

 

"Pengendalian inflasi membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk Bulog, Polda, dan OPD terkait. Jika kita bergerak bersama, kekuatan dan manfaatnya akan jauh lebih besar," ujarnya.

 

Berdasarkan data per April 2026, inflasi tahunan di Papua Barat Daya tercatat 3,85 persen, masih di atas target nasional 2,5 persen. Tekanan terbesar datang dari kelompok volatile food yang mencapai 7,71 persen. Kondisi inilah yang melatarbelakangi lahirnya SIGERAK.

 

Konsep Baru: Pasar Murah yang Bergerak

Berbeda dengan pasar murah konvensional yang menetap di satu titik, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nasrau, menjelaskan bahwa SIGERAK hadir dengan konsep keliling. Menggunakan mobil box, bahan pokok diantar langsung ke lingkungan warga sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke pasar.

 

Komoditas yang dijual meliputi beras, telur, minyak goreng, bawang, tomat, dan sembako lainnya dengan harga di bawah pasaran.

 

Program ini selaras dengan strategi 4K: Ketersediaan, Keterjangkauan, Kelancaran Distribusi, dan Informasi Efektif. SIGERAK menjamin harga terjangkau karena pasokan langsung dari distributor/Bulog, serta mempermudah akses masyarakat.

 

"Harapannya, harga di pasar menjadi wajar dan seimbang. Inflasi bisa turun, namun tidak merugikan pedagang lokal," tambah Setian.

 

Rencana Pengembangan

Saat ini, SIGERAK masih berstatus proyek percontohan dengan satu unit armada di Kota Sorong. Jika dampaknya positif, jumlah kendaraan akan ditambah dan wilayah layanan diperluas ke seluruh kabupaten/kota.

 

Operasional direncanakan berjalan 10–15 kali sebulan dengan jadwal yang disesuaikan pemantauan harga pasar. Pengawasan pun dilakukan ketat bersama kepolisian dan instansi terkait, dengan sanksi tegas bagi oknum yang memanipulasi harga.

 

Ke depannya, program ini juga akan membuka peluang kerjasama dengan petani lokal guna memperkuat ekonomi masyarakat setempat.

0 Komentar

KLIK DISINI untuk bergabung