FJPI Papua Barat Daya Gelar “Goes To Campus” di UNAMIN, Tingkatkan Literasi Media dan Perangi Hoaks


 SORONG – Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Cabang Provinsi Papua Barat Daya terus menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan generasi muda melalui kegiatan bertajuk “FJPI PBD Goes To Campus”. Acara yang digelar di Universitas Muhammadiyah (UNAMIN) Sorong, Rabu (13/5/2026), ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan literasi media serta memperdalam pemahaman mahasiswa tentang dunia jurnalistik di era digital.

 

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Aula Pertemuan Kampus UNAMIN ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak akademisi. Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong, Muhammad Ali, menilai inisiatif ini sangat positif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali kemampuan khusus agar mampu beradaptasi dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.

 

“Dunia informasi saat ini sangat kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, pembekalan sejak awal sangat penting agar mahasiswa mampu membawa diri ke arah yang positif, teliti dalam memilah berita, dan memiliki keterampilan yang mendukung kemandirian di masa depan,” ujar Rektor.

 

Ia juga menekankan pentingnya lulusan universitas tidak hanya berorientasi menjadi aparatur sipil negara, tetapi juga memiliki keahlian yang bisa menciptakan peluang kerja sendiri. “Keterampilan di bidang informasi dan komunikasi adalah aset berharga untuk itu,” tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua FJPI Papua Barat Daya, Fauzia Muhammad, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi organisasi dalam mencetak masyarakat yang kritis dan cerdas. FJPI hadir tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga membangun jembatan antara insan pers dan dunia akademik.

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan profesionalisme dunia pers yang sesungguhnya. Mahasiswa diajak memahami bahwa jurnalisme bekerja berdasarkan data, fakta, verifikasi ketat, dan kode etik yang kuat, berbeda dengan arus informasi bebas di media sosial yang seringkali tidak jelas sumbernya,” jelas Fauzia.

 

FJPI juga menyoroti pentingnya kemampuan membedakan informasi valid dengan berita bohong (hoax) serta bahaya judul provokatif. “Kami mengajak mahasiswa untuk tidak menjadi bagian dari penyebaran disinformasi. Mari biasakan membaca secara utuh dan cek kebenaran informasi sebelum menyebarkannya,” tegasnya.

 

Dalam sesi materi yang disampaikan, FJPI menghadirkan pembahasan yang komprehensif dan mendalam. Fauzia Muhammad sendiri menyampaikan materi mengenai dasar-dasar jurnalistik, sedangkan Sekretaris FJPI PBD, Maria Baru, memaparkan isu sensitif namun krusial mengenai Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

 

Materi tersebut menjelaskan berbagai bentuk kekerasan digital yang marak terjadi, mulai dari pelecehan, peretasan, hingga penyebaran konten ilegal, serta bagaimana cara menyikapi dan menanganinya.

 

Antusiasme mahasiswa terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Venska Meder, salah satu peserta, mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai kesetaraan gender dan perlindungan diri di ruang digital.

 

“Materi ini sangat membuka mata kami tentang bentuk-bentuk kekerasan yang bisa terjadi di media sosial dan apa yang harus dilakukan jika mengalaminya,” ujarnya.

 

Senada dengan itu, mahasiswa lainnya, Tesya Agata, berharap FJPI dapat terus aktif mengadakan edukasi serupa di berbagai kampus. “Semoga FJPI semakin sukses dan terus maju memberikan manfaat bagi banyak orang,” tuturnya.

 

Kegiatan ini menegaskan posisi FJPI Papua Barat Daya sebagai organisasi yang profesional, peduli, dan aktif dalam menjaga integritas informasi serta melindungi masyarakat di era digital.

0 Komentar

KLIK DISINI untuk bergabung