WAY KANAN – Perjuangan para atlet panjat tebing Kabupaten Way Kanan dalam ajang Youth & Kids Climbing Competition se-Provinsi Lampung terus menunjukkan tren positif. Memasuki hari ketiga kompetisi, dua dari empat atlet yang dikirimkan oleh Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Way Kanan dinyatakan sukses bertahan dan siap melaju ke babak berikutnya, Sabtu (16/5/2026).
Menanggapi torehan tersebut, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Way Kanan, Indra Septa Purnama, S.H., menyampaikan apresiasi yang mendalam. Ia mengaku bangga karena di tengah keterbatasan yang ada, cabang olahraga (cabor) panjat tebing tetap eksis meningkatkan kemampuan atlet dan konsisten melakukan pembinaan usia dini.
"Kami dari KONI Way Kanan sangat mengapresiasi. Di tengah keterbatasan saat ini, para cabor masih terus menunjukkan eksistensinya untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membina atlet-atlet usia dini," ujar Indra Septa Purnama.
Lebih lanjut, Indra menegaskan komitmen KONI Way Kanan untuk terus memberikan dukungan, baik secara moril maupun materil, kepada setiap cabor yang menunjukkan keseriusan dalam pembinaan berkelanjutan. Target utamanya adalah mengantarkan atlet-atlet Way Kanan menuju panggung nasional hingga internasional.
"KONI berkomitmen memberikan support, baik materil maupun moril. Kita juga akan melakukan pembinaan berkelanjutan di tahun-tahun yang akan datang agar atlet Way Kanan benar-benar bisa bertanding di tingkat nasional dan internasional. Di samping itu, kita akan mengevaluasi sarana dan prasarana olahraga yang perlu ditingkatkan," imbuhnya.
Guna mewujudkan hal tersebut, Indra menyadari bahwa KONI tidak dapat berjalan sendiri. Pihaknya akan memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
"Tentu ini tidak bisa KONI berjalan sendiri. Kami akan meminta dukungan dari pemerintah daerah, pihak swasta sebagai bapak asuh, serta seluruh cabor. Tema kolaborasi ini akan kita tingkatkan ke depan agar Way Kanan bisa memberikan prestasi di tingkat nasional," tegas Ketua KONI.
Sementara itu, Ketua Pengcab FPTI Way Kanan, Aris Indra, mengonfirmasi langsung kabar gembira terkait performa anak asuhnya. Ia memuji penampilan para atlet muda Way Kanan yang tetap tampil solid dan penuh semangat, meskipun harus menghadapi persaingan yang sangat ketat di tingkat provinsi.
"Sampai hari ketiga pertandingan ini, dua dari empat atlet kita masih mampu bertahan dan bersaing di kompetisi bergengsi ini. Kita optimis mereka bisa memberikan yang terbaik," kata Aris Indra.
Dua atlet tangguh yang sukses mengamankan posisi tersebut adalah:
Kiona Dilyan Ghassani, turun di kategori pertandingan Boulder Putri U-9 (Under 9) Tahun.
Farhan Soiul Hulum, bertanding di kategori Speed WR (World Record) Putra U-19 (Under 19) Tahun.
Aris menambahkan bahwa kejuaraan yang diselenggarakan oleh FPTI Provinsi Lampung ini merupakan panggung penting untuk melahirkan bibit-bibit baru generasi muda berbakat di Way Kanan. Terlebih, panjat tebing merupakan salah satu cabor prestasi yang masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), sekaligus menjadi ajang persiapan penting menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.
Namun, untuk memaksimalkan potensi besar tersebut, FPTI Way Kanan sangat mengharapkan adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah, khususnya terkait fasilitas latihan yang memadai.
"Untuk itu, kami selaku pengurus sangat mengharapkan dukungan sarana dan prasarana (sapras) dari Pemkab Way Kanan. Fasilitas yang memadai sangat dibutuhkan demi perkembangan kemampuan para atlet kita ke depan," pungkas Aris.
Di akhir penyampaiannya, pihak FPTI Way Kanan berpesan agar para atlet yang masih bertahan tetap menjaga fokus dan kondisi fisik demi memberikan performa terbaik dan mengharumkan nama daerah di podium juara.
Heriyanto.


0 Komentar