Aceh Utara,harian62.info -
Peristiwa yang memicu kemarahan masyarakat terjadi di wilayah Coet Girek, Aceh Utara. Area pemakaman tua yang selama ini dihormati oleh masyarakat dilaporkan dihancurkan oleh pihak perkebunan PTPN Coet Girek untuk dijadikan lahan tanaman kelapa sawit.
Kuburan tersebut bukan sekadar tempat pemakaman biasa. Menurut keterangan masyarakat setempat, di lokasi itu terdapat makam para ulama, pemuka agama, tokoh adat, serta pejuang Aceh yang gugur dalam masa perjuangan melawan penjajahan Belanda.
Bagi masyarakat, keberadaan kuburan tersebut memiliki nilai sejarah, adat, dan spiritual yang sangat penting. Namun, masyarakat mengaku sangat terkejut ketika alat berat masuk ke kawasan tersebut dan meratakan area pemakaman. Sejumlah nisan dilaporkan rusak bahkan hilang akibat aktivitas tersebut.
Tindakan ini menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat sekitar. Mereka menilai penghancuran kuburan para ulama dan pejuang merupakan tindakan yang tidak menghormati nilai agama, adat, dan sejarah perjuangan Aceh.
Seorang tokoh masyarakat menyampaikan bahwa makam-makam tersebut telah ada sejak puluhan hingga ratusan tahun lalu. Di sana dimakamkan ulama yang pernah menyebarkan ajaran Islam di wilayah tersebut serta tokoh-tokoh yang dikenal berperan dalam perjuangan rakyat Aceh pada masa kolonial Belanda.
“Tempat ini sangat sakral bagi masyarakat. Di sinilah para ulama, tokoh adat, dan pejuang Aceh dimakamkan. Menghancurkan kuburan mereka demi tanaman sawit adalah tindakan yang sangat menyakitkan bagi kami,” ujarnya.
Peristiwa ini memicu desakan dari masyarakat agar pihak berwenang segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan penghancuran situs pemakaman tersebut. Sejumlah pihak juga meminta agar ada pertanggungjawaban dari pihak perusahaan atas kerusakan yang terjadi.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, lembaga adat, dan lembaga hak asasi manusia dapat turun tangan untuk melindungi situs-situs sejarah serta tempat pemakaman yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Aceh.
(BS)

0 Komentar