Bekasi,harian62.info -
Para petani di Kampung Kedung, Desa Sukabudi, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan kondisi jalan rusak parah yang menjadi satu-satunya akses utama menuju lahan pertanian mereka, sekaligus jalur alternatif ke Permukiman warga Kampung Kedung Tanggul.
Jalan yang rusak ini tidak hanya menghambat mobilitas para petani, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian warga, termasuk menurunnya hasil jual pertanian dan memperlambat akses jalan untuk membawa hasil panen tersebut.
Hasil pantauan warga setempat di lapangan, sekitar 500 meter jalan yang dulunya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat kini berubah menjadi aliran sungai setiap kali hujan turun mengakibatkan jalan terputus, sehingga akses mobilitas terganggu tidak bisa dilewati.
Bahkan, di bagian tengah jalan terputus sekitar 10 meter yang amblas rusak parah dan tidak lagi bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua, memaksa petani untuk berjalan kaki menempuh jalan yang sulit dikala musim hujan akibat jalan yang putus dan banjir seperti aliran sungai.
Ironisnya, jalan yang rusak ini berada di Kampung Kedung Tanggul Desa Sukabudi, yang seharusnya bisa lebih diperhatikan oleh pemerintah setempat karna itu satu-satu nya akses jalan utama untuk menuju lahan pertanian masyarakat.
Seorang petani penggarap sawah, yang tidak disebutkan namanya menuturkan, bahwa kondisi jalan ini sudah rusak parah sejak beberapa tahun lalu.
Dulu mobil kecil dan gerobak bisa lewat. Sekarang jalan kaki saja risi karna banyak batu pecahan bekas cormen yang dikerjakan oleh masyarakat setempat bergotong royong agar jalan bisa dilewati, apalagi pakai kendaraan bermotor kalo tidak hati-hati akan terjatuh. Jalan ini sudah seperti sungai dikala hujan turun.
“Bukan hanya jalan tanggul saja yang hancur parah, namun beberapa jalan yang berada di kampung kedung Rt.002 juga masih sangat memprihatinkan, khusus nya jalan lanjutan yang berada di depan rumah Bapak Ustad dan di samping rumah Bapak Karma, jalan yang berlumpur jika hujan turun dan saat air kali banjir masuk kepermukiman warga menjadi sebuah empang, sangat menggangu aktifitas warga, pedagang dan khususnya anak-anak yang hendak pergi mengaji,” pungkasnya
Ia menyesalkan tidak adanya upaya perbaikan dari pemerintah meskipun mereka terus menggaungkan program ketahanan pangan...pungkas
( NK )

0 Komentar