Pemkot Jakbar Gelar Apel Siaga Banjir, 300 Personel Gabungan Disiagakan

 

Pemkot Jakbar Gelar Apel Siaga Banjir, 300 Personel Gabungan Disiagakan


Jakarta, harian62.info — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar apel siaga banjir yang melibatkan sekitar 300 personel gabungan Pasukan Pelangi serta unsur TNI–Polri di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (13/1).

Apel dipimpin langsung Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah dan diikuti pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat dan lurah se-Jakarta Barat. Hadir pula Wakil Wali Kota Yuli Hartono, Sekretaris Kota Firmanudin Ibrahim, para asisten, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Barat.

Dalam arahannya, Iin menegaskan apel siaga banjir tersebut merupakan langkah mitigasi risiko bencana, bukan sekadar kegiatan seremonial. Kesiapsiagaan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan pemetaan potensi banjir di wilayah Jakarta Barat.

“Apel kesiapsiagaan ini bertujuan untuk mitigasi risiko bencana, khususnya potensi banjir, berdasarkan data yang telah kami evaluasi dan himpun,” ujar Iin.

Ia menyampaikan, pada Senin (12/1) terjadi banjir dan genangan di sejumlah wilayah, di antaranya Kelurahan Rawa Buaya, Tegal Alur, Kamal, Duri Kepa, dan beberapa titik lainnya. Pemerintah kota bersama unsur terkait telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan penanganan.

“Beberapa lokasi sudah kami kunjungi bersama UKPD terkait dan Forkopimko. Ini menunjukkan seluruh personel di lapangan bergerak cepat,” katanya.

Salah satu lokasi yang ditinjau langsung adalah RW 01 Kelurahan Rawa Buaya. Di lokasi tersebut, Sudin Sumber Daya Air bersama jajaran wilayah telah melakukan tindak lanjut dengan mengoperasikan pompa air secara optimal.

Selain kesiapan personel, Iin menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Pemerintah kota memastikan seluruh peralatan, sumber daya manusia, serta personel di posko maupun di lapangan siap bekerja sesuai dengan regulasi, baik pada tahap pra-bencana, saat kejadian, maupun pascabencana.

Penanggulangan banjir, lanjut Iin, dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan perangkat pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat melalui semangat gotong royong. Prioritas utama adalah pengamanan dan penyelamatan warga, terutama kelompok rentan.

Untuk meminimalkan genangan, Pemkot Jakarta Barat akan terus memaksimalkan pengerukan saluran air dan kali. Menurut Iin, persoalan banjir merupakan masalah multidimensi yang membutuhkan penanganan lintas sektor secara terpadu.

“Kami berharap setiap permasalahan di wilayah dapat diselesaikan melalui sinergi dan kolaborasi. Penanganan banjir harus dilakukan secara multisektor,” pungkasnya.

(RA)

0 Komentar

KLIK DISINI untuk bergabung