Jembatan dan Air Terjun Menari Kambang Iwak Segera Dibangun, Pemkot Libatkan Banyak Stakeholder

Palembang,harian62.info - 

Pemerintah Kota Palembang mematangkan rencana pembangunan jembatan serta air terjun menari di kawasan Kambang Iwak melalui rapat finalisasi desain yang digelar di Ruang Rapat Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Palembang, Rabu (11/3/2026).


Rapat tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari arsitek, budayawan, seniman, hingga sejumlah organisasi terkait guna memastikan desain pembangunan dapat diterima oleh berbagai pihak.


Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang, Ir. H.K.M. Isnaini Madani, MT., M.Si., IAI, mengatakan dalam setiap perencanaan pembangunan pemerintah selalu membuka ruang masukan dari berbagai pihak.


Menurutnya, pembangunan jembatan dan air terjun menari di kawasan Kambang Iwak diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas publik, tetapi juga menghadirkan nilai estetika sekaligus identitas kota.


“Kita meminta masukan dari berbagai stakeholder, mulai dari kalangan arsitek, budayawan, seniman, dan lainnya. Mudah-mudahan seluruh masukan yang disampaikan dapat dicatat oleh konsultan dan diaplikasikan dalam desain sehingga nantinya bisa diterima oleh semua pihak,” ujar Isnaini.


Ia berharap proses perencanaan dapat segera dirampungkan sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai harapan serta membawa manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) Dinas Perkimtan Kota Palembang, Anggie Ersy, menjelaskan bahwa Detail Engineering Design (DED) pembangunan tersebut sebenarnya telah selesai disusun oleh konsultan.


Namun, sebelum masuk ke tahap pembangunan, pihaknya ingin memastikan desain tersebut telah mengakomodasi berbagai aspirasi dari pemangku kepentingan.


“Kami melibatkan banyak stakeholder seperti budayawan, arsitek termasuk Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Sumsel, arsitek senior, Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, hingga Dinas PUPR. Tujuannya agar ketika pembangunan selesai tidak ada pihak yang merasa keberatan,” jelas Anggie.


Menurutnya, keterlibatan para budayawan juga penting agar desain pembangunan tetap mencerminkan identitas budaya Kota Palembang.


Dalam proses tersebut, Pemkot Palembang juga melibatkan Tim 11 yang berisi para budayawan yang memahami nilai-nilai sejarah serta simbol khas Palembang.


“Konsultan bertugas menyusun desain teknis seperti perhitungan konstruksi dan gambar. Sementara para budayawan memberikan ide serta konsep yang mencerminkan identitas Palembang,” katanya.


Anggie menambahkan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah kota untuk menghadirkan ikon baru bagi masyarakat dan wisatawan.


“Ini merupakan bentuk kepedulian Wali Kota Palembang untuk menciptakan sesuatu yang baru bagi masyarakat dan menjadikan kawasan ini semakin menarik bagi penikmat kota,” ujarnya.


Ketua Tim 11, Mang Dayat, mengatakan pihaknya memberikan sejumlah masukan terkait ornamen serta konsep yang mengangkat kearifan lokal Palembang.


Beberapa ide yang diusulkan di antaranya penggunaan konsep perahu bidar maupun ornamen rumah limas sebagai simbol budaya daerah.


Selain itu, pihaknya juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan Kambang Iwak sebelum pembangunan dilakukan.


“Kami memberikan ide dan konsep, termasuk mengingatkan agar aspek ekologi tetap diperhatikan. Sebelum pembangunan sebaiknya dilakukan normalisasi karena fungsi Kambang Iwak juga sebagai kawasan retensi air selain sebagai destinasi wisata,” katanya.


Ia berharap pembangunan tersebut dapat berjalan dengan tetap menjaga fungsi lingkungan sekaligus memperkuat identitas budaya Palembang. 


(fiki)

0 Komentar

KLIK DISINI untuk bergabung