Konsumen Merasa Ditipu Pihak Leasing FIF Krui Pesisir Barat

Pesisir barat,harian62.info -

Seorang konsumen PT. FIF Kotabumi Cabang Krui Ade Kurniawan mengaku ditipu oleh oknum kolektor FIF bernama Oktori.  Minggu, 8 Oktober 2026.



Kepada awak media Ade Kurniawan mengaku kaget, saat surat somasi sampai di rumah nya, yang beralamat di Pekon Serai lioh buntor, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. 



"Motor itu sudah sama kolektor FIF Oktori kok saya masih di tagih,"katanya. 



Ia menambahkan awalnya motor Beat Delux tahun 2025 dengan nomor kontrak 262000333325 sudah tidak sanggup lagi untuk dibayar, sehingga menyerahkan ke pihak FIF sekitar hampir satu tahun lalu.



"Waktu itu kan saya udah gak kerja lagi, mana mau syukuran anak jadi gak sanggup nyicil lagi, akhirnya saya serahin lah ke dia karena percaya dari pihak leasing,"katanya. 



Namun iya menyesalkan saat itu, tidak ada bukti serah terima kendaraan. Sebab dia percaya yang bersangkutan tidak akan menipu dan menyerahkan ke pihak PT. FIF. 



"Saya serahkan (kendaraan) dan minta di selesaikan jangan dilibatkan lagi, gak mau pusing karena gak ada duit. Makan aja susah,"katanya. 



Berjalannya waktu, dirinya kaget saat menerima surat somasi dari pihak Leasing.  Sebab dia merasa unit sudah diserahkan ke pihak FIF.



"Dapet somasi untuk lunasin motor, padahal udah saya serahkan.  Kalau begini kan saya merasa ditipu oleh pihak FIF,"katanya. 



Ade Kurniawan menuntut agar unit Beat Delux tersebut dikembalikan kepada dirinya. Atau meminta Surat Serah Terima Kendaraan (STBJ) dari pihak PT. FIF Kotabumi Cabang Krui. 



"Kalau gak dibayar dia sini saya ambil lagi, saya liat sekarang dia (Oktori) sudah pakai motor Vario,"katanya. 



Awak Media menyayangkan atas perbuatan oknum Leasing yang merusak nama citra FIF itu sendiri. 
Sebab jika ingin membersihkan pemain motor harus pastikan diri sendiri sudah bersih atau belum. 



"Ini yang merusak pihak leasing itu banyak pemain nya dari dalem itulah. Ada yang Pelsus nya hanya tiga juga diminta lima juta. Jadi gak mau orang Pelsus tinggi bener,"kata warga yang enggan disebutkan namanya. 



Saat ini pihak media sedang menunggu hak jawab dari pihak PT. FIF Kotabumi.


(Endang)  

0 Komentar

KLIK DISINI untuk bergabung