Pontianak,harian62.info -
Permainan kelayang kembali memakan korban di Kota Pontianak. Peristiwa tragis terjadi di kawasan Darma Putra sekitar pukul 16.00 WIB, Sabtu sore. Seorang warga mengalami luka serius setelah terjatuh akibat terjerat benang kelayang yang bertebaran di area tersebut.
Korban dilaporkan mengalami luka berat di bagian wajah dan hidung sehingga harus menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan terdekat. Kejadian ini menambah panjang daftar insiden kelayang yang belakangan semakin marak, terutama akibat penggunaan benang tajam dan lokasi bermain yang tidak terkontrol.
Warga sekitar menilai lemahnya pengawasan dan minimnya tindakan nyata dari pemerintah menjadi salah satu penyebab utama masalah ini terus berulang. Menurut mereka, permainan kelayang hari ini sudah jauh dari sekadar hiburan anak-anak, melainkan berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan dan masyarakat umum.
Karena itu, Pemerintah Kota Pontianak melalui aparat terkait diminta turun tangan secara serius. Warga berharap adanya razia rutin dan penertiban tegas, bukan sekadar tindakan insidental atau seremonial sesaat. Selain itu, masyarakat meminta dilakukan sosialisasi menyeluruh tentang bahaya benang kelayang, khususnya di kawasan permukiman padat dan jalur lalu lintas umum.
Tokoh masyarakat Pontianak, Edi Samat, menegaskan kejadian ini tidak bisa lagi dianggap remeh.
“Ini sudah mengerikan. Jangan cuma ditindak tipiring. Aturannya harus lebih berat karena korbannya jelas luka parah, dan kejadian terus berulang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa jika tidak ada aturan tegas dan penindakan nyata, maka korban-korban berikutnya hanya tinggal menunggu waktu.
“Jangan tunggu sampai ada korban jiwa baru bertindak,” tegasnya.
Masyarakat berharap insiden ini menjadi peringatan keras bagi Pemkot Pontianak untuk segera mengambil langkah konkret demi keamanan publik, sekaligus mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa mendatang.
(Bsg/Red)



