Aceh,harian62.info -
Bener Meriah di tengah gegap gempita perayaan kemerdekaan yang ke-80 Republik Indonesia, ada kisah pilu dari pelosok Desa Simpur, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Sebuah lembaga pendidikan bernama Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Simpur menjadi saksi nyata bagaimana arti kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan oleh anak-anak bangsa di daerah terpencil ini.
MIS Simpur hanya memiliki satu orang guru yang dengan penuh pengabdian tetap setia mendidik tanpa menerima sepeser pun bayaran. Guru tersebut adalah Ibu Tajuk, sosok inspiratif yang menjadi tumpuan harapan satu-satunya bagi anak-anak di wilayah itu untuk mendapatkan pendidikan.
Sekolah ini tidak memiliki ruang belajar yang layak. Bangunan yang ada pun seadanya. Sementara itu, para siswa harus menempuh perjalanan hampir dua jam setiap hari untuk bisa sampai ke sekolah. Jalan setapak yang licin, curam, dan berlumpur tak jarang membuat mereka terjatuh, namun semangat mereka untuk belajar tidak pernah surut.
Yang lebih memilukan, para siswa tidak memiliki seragam, sepatu, bahkan buku tulis. Mereka datang ke sekolah dengan pakaian seadanya, namun tetap membawa semangat besar untuk belajar. Mereka belum benar-benar merasakan merdeka belajar sebagaimana digaungkan oleh pemerintah.
Rintihan hati Ibu Tajuk, guru satu-satunya di MIS Simpur, menjadi suara nurani yang menggugah siapa saja yang mendengarnya. “Mereka hanya punya semangat, tapi tak punya fasilitas. Saya tak sanggup membiarkan mereka tumbuh tanpa pendidikan, walau tak ada upah yang saya terima,” tutur Ibu Tajuk sambil menahan air mata.
Kisah MIS Simpur menjadi cermin bahwa kemerdekaan masih belum menyentuh semua lapisan masyarakat secara merata. Di saat kota-kota besar menikmati fasilitas pendidikan modern, anak-anak di Simpur masih harus berjuang dari lumpur dan tanjakan terjal hanya untuk belajar mengeja dan berhitung.
Kini, harapan besar tertuju kepada pemerintah dan para dermawan untuk memberikan perhatian lebih kepada sekolah-sekolah terpencil seperti MIS Simpur. Sebab, pendidikan adalah hak setiap anak bangsa tanpa terkecuali.
(Banta Sulaiman)




