Harian62.online--
Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan menceritakan saat momen dirinya bermain gitar di Polsek Pesanggerahan bersama Mario Dandy setelah penganiayaan D (laki-laki usia 17 tahun). Dia bermain gitar setibanya di kantor polisi pada malam kejadian.
"Terus saya bilang, pak, ada gitar? Iya gapapa main aja kalau mau main. Nah besoknya baru saya izin sama salah satu polisi di situ," ujar Shane saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 4 Juli 2023.
Dia bermain di sebuah ruangan, lalu ada Mario Dandy Satriyo dan pacarnya inisial AG (perempuan usia 15 tahun). Menurut penuturan Shane, dia juga bertanya perihal bagaimana kondisi selanjutnya setelah dari kantor polisi.
"Den gimana Den? Aduh gue gak tau Shane, gue juga pusing," kata Shane Lukas saat mengingat percakapan itu.
Menurutnya, posisi Mario dan AG duduk bersebelahan. Di depan majelis hakim, dia mempraktikan posisi kepala AG yang menyender ke sebelah kiri bahu Mario Dandy.
Keduanya hanya melihat Shane yang sedang bermain gitar. Sebelum ke Markas Polsek Pesanggrahan, mereka datang dari lokasi penganiayaan yang berada di Perumahan Green Permata, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Mario menendang kepala D berkali-kali hingga menyebabkan koma. Shane merekam kejadian, sedangkan AG menjembatani pertemuan dengan korban dan membiarkan tindak pidana terjadi di depan matanya.
Shane Lukas mengaku panik setelah saksi bernama Natalia Puspita Sari meneriaki mereka karena melihat D terkapar. Lalu disusul oleh sejumlah petugas keamanan komplek.
"Shock saya, Yang Mulia. Saya langsung ke samping mobil. Saya langsung 'aduh gimana'," ujar Shane Lukas sambil menggaruk kepalanya.
Sebelumnya, Natalia juga melihat Shane Lukas bermain gitar di kantor polisi. Dia menyaksikan juga Mario dan AG bergandengan tangan saat itu.
Dia menyayangkan sikap pelaku karena masih bisa tertawa dan tersenyum. Menurutnya tampak seperti tidak ada rasa penyesalan di benak Mario Dandy dan kawan-kawan pelaku penganiayaan.
"Itu yang bikin saya emosi sekali. Kenapa? Karena saya tahu saat itu kondisi D masih koma dan saya yakin mereka tahu D di rumah sakit," tuturnya saat bersaksi pada Selasa, 13 Juni 2023.
Sumber:metro.tempo.co


