SAMBAS — Sejumlah titik kegiatan proyek P3A di Desa Serumpun Buluh, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, diduga mengalami kerusakan Parah meski pengerjaannya disebut baru berlangsung beberapa bulan.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, ditemukan sejumlah bagian bangunan saluran yang mengalami keretakan dan kerusakan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait kualitas pekerjaan dan material yang digunakan dalam proyek tersebut.
Sejumlah pihak menduga kerusakan terjadi karena material yang digunakan dalam pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan dokumen pekerjaan oleh pihak yang berwenang.
Salah seorang warga yang ditemui di lokasi menyebutkan bahwa kegiatan proyek tersebut merupakan bagian dari aspirasi anggota partai politik. Pernyataan tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak pelaksana maupun instansi terkait.
Di lapangan, awak media juga menemukan kondisi saluran yang mengalami keretakan pada beberapa bagian. Selain itu, terdapat dugaan penggunaan material berupa batu sungai serta campuran semen yang kualitas maupun komposisinya dipertanyakan.
Untuk memastikan apakah pekerjaan tersebut telah sesuai dengan spesifikasi teknis, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap mutu material, metode pelaksanaan, volume pekerjaan, serta dokumen kontrak dan perencanaan proyek.
Sementara itu, Ketua (AKPERSI) kabupaten Sambas menyatakan akan menyurati Balai Wilayah Sungai Kalimantan I serta aparat penegak hukum (APH) untuk meminta dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi terkait proyek tersebut.
Hingga berita ini ditulis, pihak pelaksana kegiatan dan instansi terkait masih perlu dimintai konfirmasi mengenai sumber anggaran, nilai pekerjaan, kontraktor/pelaksana, spesifikasi teknis, serta penyebab kerusakan yang terjadi di sejumlah titik. Karne awak media di lapangan tidak menemukan papan informasi proyek tersebut.



