LAKRI: HTM PRJ 2026 Mencekik, Tidak Layak Dijuluki Pesta Rakyat

Jakarta,harian62.info – 

Event Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 tak lagi nyaman dan menyenangkan untuk dikunjungi. Pasalnya, penyelenggaraan pesta rakyat tersebut membuat tidak nyaman dan menyenangkan yang dirasakan para pengunjung terpaut harga tiket yang mencekik masyarakat di saat mengisi masa liburan akhir pekan (weekend) bersama keluarga dan kerabatnya.


Disamping harga tiket mahal, Jakarta Fair tak lagi memiliki kekhasan karena masyarakat diajak mendatanginya dengan biaya tinggi. Pengunjung harus merogoh kantongnya dalam-dalam karena harga sejumlah barang dan jasa yang tersedia di sana jauh lebih mahal dari harga di pasar tradisional dan mall pada umumnya.


Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, di mana arena PRJ relatif bisa dinikmati kenyamanannya kalo pun datang dengan uang cekak, namun bisa menghibur diri. Saat ini terkesan pengunjung memang ingin dikuras habis isi dompetnya.


Mulai dari harga tiket masuk dan akses keluar masuk perpakiran butuh waktu lama. Harga barang yang dijual di sejumlah stand maupun kuliner dirasakan sangat mahal dan tak pantas menyemat istilah pesta rakyat pada penyelenggaraan event Jakarta Fair itu.


Harga tiket Jakarta Fair 2026 yang makin mahal membuat tidak semua warga ibukota bisa menikmati pesta tahunan tersebut.


Penggagas pesta rakyat Jakarta Fair (Pekan Raya Jakarta) adalah Syamsudin Mangan. Ia merupakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) yang mengusulkan pameran untuk mempromosikan produk dalam negeri kepada Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin, yang kemudian merealisasikannya pada tahun 1968 yang bertujuan untuk meramaikan Hari Ulang Tahun Jakarta, sehingga penyelenggaraannya bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga jakarta dan segenap masyarakat luar jakarta pada umumnya yang berkunjung menikmati.pesta rakyat dimaksud. Namun realitasnya penyelenggaraan Jakarta Fair sudah menjadi ajang bisnis untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya bagi penyelenggara maupun pihak lainnya.


Hal itu terlihat dari mahalnya harga tiket masuk arena Jakarta Fair 2026. Padahal saat ini sebagian rakyat lagi terlilit tingginya harga kebutuhan sehari-hari.


Sekarang ini Jakarta Fair bukan lagi ajang pesta rakyat, tidak ada manfaatnya buat warga Jakarta dan sebaiknya ditinjau kembali, perlunya dikembalikan ke lokasi sebelumnya pada penyelenggaraan event pesta rakyat dimaksud. Hal ini justru telah menciderai visi dan misi awal penyelenggaraan Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ).


Alasan yang tidak masuk akal pada tingginya harga tiket masuk (HTM) Jakarta Fair untuk menutupi biaya penyelenggaraan. Karena penyelenggara sudah dapat pemasukan dari sewa stand serta sponsor dari berbagai perusahaan swasta.


Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Jakarta Fair Kemayoran 2026 di Arena JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis 11 Juni 2026. Pameran tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta itu akan berlangsung hingga 12 Juli 2026. 


Sedangkan harga tiket masuk Jakarta Fair Kemayoran 2026 (tanpa konser) mulai dari Rp40.000 (Senin), Rp. 50.000 (Selasa-Jumat), hingga Rp60.000 (Sabtu, Minggu & Libur Nasional). Bahkan untuk bisa mendapatkan opsi bundling tiket masuk + konser mulai dari Rp80.000.


Keluhan yang disuarakan warga Jakarta mengenai harga tiket masuk Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair 2026 yang dinilai mahal dan "mencekik" memang sedang ramai belakangan ini.


Banyak pihak menilai ajang tahunan ini sudah kehilangan esensinya sebagai pesta rakyat karena biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah keluarga untuk datang ke Jakarta Fair menjadi terlalu tinggi bahwa penyelenggara seharusnya tidak mematok tarif tinggi karena mereka sudah meraup keuntungan besar dari sewa stan (booth) serta sponsor perusahaan swasta.


Rincian Harga Tiket PRJ 2026

Berdasarkan informasi resmi dari situs Jakarta Fair, tarif masuk tahun ini berkisar antara Rp40.000 hingga Rp60.000 hanya untuk area pameran (belum termasuk tiket konser). 


Berikut adalah rincian lengkapnya:

  • Senin: Rp40.000,
  • Selasa –Jumat: Rp50.000,
  • Sabtu, Minggu & Libur Nasional: Rp60.000.
  • Tiket Bundling + Konser: Mulai dari Rp80.000 (Reguler) hingga lebih dari Rp100.000 (VIP).

Alasan Pengeluaran Terasa "Mencekik"Bagi warga Jakarta, biaya rekreasi ke PRJ tidak hanya berhenti pada tiket masuk, melainkan menumpuk pada komponen pengeluaran lain di lokasi. Dari tarif parkir tinggi sehingga menambah panjang keluhan kesah para pengunjung terkait tarif parkir di area sekitar JIExpo yang mahal, terutama parkir liar atau tarif insidental yang tidak resmi.


Tambah lagi dari harga Kuliner & Produk, banyak makanan, camilan, dan minuman di dalam area pameran yang dijual dengan harga di atas rata-rata pasar normal. Bahkan biaya tiket Konser terpisah. Jika ingin menikmati hiburan musik, warga harus membeli tiket bundling yang harganya jauh lebih menguras kantong pengunjung.


Setidaknya penyelenggara Pekan Raya Jakarta memberikan alternatif tiket gratis untuk meringankan beban warga, pihak penyelenggara menyediakan kategori khusus yang bisa masuk ke area Jakarta Fair Kemayoran secara gratis dengan syarat tertentu berlaku selama penyelenggaraan terutama bagi Lansia di atas usia 60 tahun di gratiskan 1 kali kunjungan dengan menunjukkan e-KTP asli di loket, bagi balita usia dini juga di gratiskan jika memiliki tinggi badan di bawah 1 meter dan wajib melakukan pengukuran langsung di loket. Tidak hanya setiap anggota TNI/Polri yang diberi Gratis masuk namun warga penyandang Difabel pun diberikan hak yang sama menikmati fasilitas gratis masuk jika berencana datang ke event pesta rakyat yang diselenggarakan JIExpo Kemayoran itu.


Oleh : Ical Syamsudin, S.Sos., S.H.

Sekjen, DPN Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI)

Sumber : Humas MIO Indonesia DKI Jakarta

0 Komentar

KLIK DISINI untuk bergabung