Pasaman Barat, http://harian62.info--
Tiga anggota DPRD Pasaman Barat dari Dapil III, Drs. Marwazi, B, M.M, Sulaiman, dan Netra Ekawati, ST,M.Si menghadiri Wisuda Tahfiz Qur’an Pondok Tahfiz Babussalam Sungai Magelang. Kegiatan berlangsung Minggu, 26 April 2026 di Nagari Ranah Sungai Magelang, Kecamatan Gunung Tuleh.
Ketiga wakil rakyat Dapil III tersebut membawahi wilayah Kecamatan Gunung Tuleh, Sungai Aur, dan Lembah Melintang. Marwazi berdomisili di Nagari Seberang Kenaikan, Sulaiman di Nagari Rabi Jonggor, dan Netra Ekawati asal Nagari Muaro Kiawai Barat.
Selain anggota dewan, wisuda tahfiz ini juga dihadiri Camat Gunung Tuleh diwakili Kasi Kesejahteraan Rakyat Gaparli, Kepala KUA Gunung Tuleh diwakili Penyuluh Agama Fungsional Edi Halomoan, pihak terkait, serta orangtua atau wali wisudawan.
Kepala Pondok Tahfiz Qur’an Babussalam Dewa Lubis menyampaikan rasa syukur atas izin Allah SWT dan dukungan semua pihak sehingga wisuda tahfiz di komplek Pondok Tahfiz Qur’an Sungai Magelang dapat terlaksana dengan baik dan maksimal. Ia mengucapkan terima kasih kepada tiga anggota DPRD Dapil III, camat yang diwakili Kasi Kesra, KUA yang diwakili Edi Halomoan, serta seluruh undangan.
Marwazi, B menegaskan wisuda tahfiz merupakan momen penting untuk melihat putri-putrinya. Para wali murid terus memanjatkan doa agar anak-anak mereka lancar dan lulus dalam tes hafalan yang digelar terbuka di atas panggung.
Ia juga menyampaikan banyak manfaat dari kegiatan wisuda tahfiz ini. Hafalan Al-Qur’an terbukti memengaruhi kecerdasan intelektual seorang murid. Murid yang unggul baik bidang akademis maupun non akademis mayoritas adalah mereka yang telah menyelesaikan hafalannya. Menghafal Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam kehidupan karena menjaga kalamullah dan memberi pengaruh terhadap diri seseorang. Nilai-nilai Al-Qur’an yang dijadikan pedoman hidup dan dijunjung tinggi akan membawa setiap langkah ke arah yang lebih baik.
Kepala KUA Gunung Tuleh yang diwakili Edi Halomoan menambahkan, pencapaian ini tidak terjadi secara instan dan cepat. Dibutuhkan pengenalan, pembiasaan, dan keteladanan agar santri bisa mengikutinya dengan baik dan maksimal sesuai kemampuan. Ketika Al-Qur’an menjadi penuntun dan amanah yang diemban, maka keberkahan dan kemakmuran akan terwujud di genggaman generasi Qur’ani.
(Windi wulandari)

0 Komentar