Jakarta,harian62.info -
Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) III Aptrindo di Jakarta, Rabu (20/5), guna membahas pentingnya implementasi program Zero Over Dimension dan Overload (ODOL) 2027 sebagai langkah strategis meningkatkan keselamatan lalu lintas dan mendukung kelancaran logistik nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Kakorlantas menegaskan bahwa persoalan kendaraan over dimension dan overload menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap keselamatan pengguna jalan, kerusakan infrastruktur, hingga potensi kecelakaan lalu lintas.
Ia menyampaikan, implementasi Zero ODOL 2027 merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, serta para pelaku usaha transportasi dan logistik.
Kakorlantas juga menyoroti lima pilar keselamatan yang menjadi fokus utama dalam mendukung terciptanya lalu lintas berkeselamatan, yakni manajemen jalan, jalan berkeselamatan, kendaraan berkeselamatan, pengemudi berkeselamatan, serta penanganan kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, pemerintah telah menyiapkan blueprint menuju target Zero ODOL 2027 yang didukung transformasi digital melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penegakan hukum secara modern dan transparan.
Melalui implementasi program ini, diharapkan tercipta budaya tertib berlalu lintas serta sistem transportasi nasional yang lebih aman, efisien, dan berdaya saing.

0 Komentar