SORONG – Jelang pelaksanaan Idul Adha 2026, masyarakat dihimbau untuk lebih teliti dan cermat dalam memilih hewan kurban agar mendapatkan yang terbaik dan sesuai syarat. Pihak Dinas Peternakan Papua Barat Daya membagikan tips mudah bagaimana mengenali ciri-ciri hewan yang sehat serta syarat teknis yang harus dipenuhi.
Kepala Bidang Peternakan, drh. M.M. Firdiana Krisnaningsih, menjelaskan bahwa masyarakat sebenarnya bisa melakukan pengecekan sederhana sebelum memutuskan membeli. Ada beberapa indikator fisik yang bisa dilihat secara langsung untuk memastikan ternak tersebut dalam kondisi baik atau justru memiliki masalah kesehatan.
"Untuk mengenali hewan yang sehat itu sebenarnya gampang. Pertama, lihat kondisi tubuhnya, jangan yang terlalu kurus. Pastikan juga hewan tersebut tidak pincang saat berjalan, tidak ada luka terbuka di bagian kaki maupun mulut, dan bulunya tampak halus serta berkilau," ungkap Firdiana saat memberikan arahan.
Ia juga mengingatkan ciri khas sapi yang terkena cacingan. Biasanya, meskipun perutnya terlihat buncit atau besar, namun badannya justru kurus kering. Selain itu, perhatikan bagian hidung dan mata. Jika keluar lendir berwarna kuning atau kotoran yang tidak wajar, sebaiknya dihindari atau segera laporkan kepada petugas.
Selain kondisi kesehatan, ada syarat teknis mengenai usia dan berat badan yang harus dipenuhi agar hewan tersebut layak dikurbankan. Khusus untuk sapi, usia minimal yang diperbolehkan adalah di atas dua tahun.
"Kalau untuk sapi jantan, pastikan memiliki dua buah testis yang utuh dan normal. Untuk bobot badan, standar sapi Bali biasanya sudah mencapai sekitar 180 kilogram ke atas sudah dianggap layak untuk disembelih dan dagingnya sudah cukup untuk dibagikan," tambahnya.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan hewan kurban yang berkualitas, sehat, dan dagingnya pun aman untuk dikonsumsi bersama keluarga maupun dibagikan kepada yang membutuhkan.

0 Komentar