Harian62.info -
Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penentuan Idul Fitri atau Lebaran 2026 pada Kamis (19/3/2026). Sidang isbat penetapan Idul Fitri 1447 H akan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat. "Sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur, termasuk pakar astronomi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), planetarium, observatorium, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait lainnya," Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).
Dengan partisipasi yang luas dari berbagai pihak, hasil penetapan dinilai mencerminkan pertimbangan komprehensif dari berbagai pihak terkait.
Abu menyampaikan, kesiapan teknis pelaksanaan sidang terus dimatangkan. Termasuk di dalamnya koordinasi pemantauan rukyatulhilal di sejumlah titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
"Dari sisi teknis, kami telah menyiapkan dukungan sarana dan prasarana sidang, sistem pelaporan rukyat, serta koordinasi dengan titik-titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia. Harapannya, proses sidang dapat berjalan tertib, akurat, dan informatif bagi masyarakat," jelas Abu. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah setelah seluruh rangkaian sidang isbat rampung dilaksanakan. "Hasil sidang isbat dan pengumuman resmi penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah (dibacakan) oleh Menteri Agama," kata Abu.
Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri pada 20 Maret 2026 Sementara itu, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026 pada tanggal 20 Maret 2026. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah mengumumkan jadwal resmi Puasa Ramadhan dan lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Penetapan Idul Fitri 2026 terbit melalui Maklumat PP Muhammadiyah Nomor No. 01/MLM/I.1/B/2025 tentang Penyesuaian Penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah dan Penjelasan Ilmiahnya. Berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal, ditentukan bahwa lebaran Idul Fitri 2026 Muhammadiyah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Hasil perhitungan tersebut juga menetapkan awal Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Metode hisab hakiki wujudul hilal merupakan perhitungan astronomi yang menggabungkan data posisi matahari dan bulan secara akurat.
Dengan pendekatan ini, Muhammadiyah dapat menentukan awal Ramadhan, Syawal, maupun Zulhijah tanpa bergantung pada pengamatan langsung. Selain itu, Muhammadiyah telah lama menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Kalender ini berfungsi sebagai acuan resmi dalam menetapkan ibadah berbasis penanggalan Hijriah.
Sumber : Kompas.com

0 Komentar