Jakarta, harian62.info— Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pemerintah akan memperkuat tata kelola Program Pemagangan Indonesia–Jepang guna memastikan pelaksanaannya transparan, akuntabel, dan berpihak pada peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan Menaker saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sending Organization Program Pemagangan Jepang di Jakarta, Rabu (24/12/2025), yang dihadiri 373 pimpinan dan perwakilan Sending Organization serta pemangku kepentingan terkait.
Menurut Yassierli, pemagangan merupakan instrumen strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja, sekaligus menjadi bagian dari solusi atas persoalan ketenagakerjaan nasional, termasuk tingginya angka pengangguran dan meningkatnya jumlah angkatan kerja baru setiap tahun.
Dalam konteks pemagangan luar negeri, khususnya ke Jepang, Menaker menekankan pentingnya penataan peran dan kinerja Sending Organization agar program berjalan efektif, adil, dan berorientasi pada kepentingan peserta.
Menaker juga menegaskan bahwa pemagangan bersifat sementara dan bertujuan meningkatkan kompetensi, sehingga harus dikelola secara profesional serta tidak dibebani biaya tinggi yang berpotensi menghambat akses peserta, terutama dari keluarga kurang mampu.
“Integritas, transparansi, dan akuntabilitas harus diterapkan dalam seluruh proses, mulai dari regulasi hingga perizinan. Praktik yang tidak sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik harus dibenahi,” tegas Yassierli.
Ke depan, pemerintah akan memfokuskan penguatan program pemagangan pada tiga aspek utama, yakni penyempurnaan regulasi dan perizinan, penguatan ekosistem pemagangan berbasis satu data terintegrasi, serta pengembangan program pasca pemagangan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menyatakan bahwa Program Pemagangan Indonesia–Jepang berperan penting dalam peningkatan kompetensi, produktivitas, serta pembentukan etos dan budaya kerja industri. Ia menegaskan kepatuhan terhadap regulasi dan perlindungan peserta harus menjadi komitmen bersama pemerintah dan Sending Organization.
Rakornas tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada kompetitor dan expert Delegasi Indonesia yang berprestasi pada ajang WorldSkills Asia Taipei 2025, di mana seluruh perwakilan Indonesia yang berlaga di delapan bidang kompetensi berhasil meraih medali.
(Rohi)

0 Komentar