Kegiatan yang berlangsung di Pontianak ini dihadiri oleh unsur lintas etnis, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, insan pers, serta tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di Kalimantan Barat. Rakerda menjadi ruang konsolidasi internal P2MI sekaligus forum dialog yang mempertemukan beragam elemen publik untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga persatuan serta stabilitas daerah menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Ketua DPW P2MI Kalbar, Thomas Mamahani, dalam sambutannya menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik, terutama di momentum sosial yang rentan memunculkan dinamika, isu provokatif, maupun potensi gesekan antarwarga.
> “Media punya tanggung jawab moral untuk menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, menyejukkan, dan jauh dari kepentingan memecah belah. Melalui deklarasi lintas etnis, OKP, dan ormas ini, kami ingin menegaskan komitmen bersama untuk menjaga Kalimantan Barat tetap aman, damai, dan harmonis menjelang Natal dan Tahun Baru 2025–2026,” tegasnya.
Dalam agenda tersebut, seluruh peserta Rakerda menyepakati deklarasi bersama yang berisi dukungan untuk menolak hoaks, ujaran kebencian, dan segala bentuk provokasi yang dapat mencederai kerukunan serta persatuan sosial. Mereka juga berkomitmen mendukung penuh aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam menjaga suasana kondusif di Kalbar.
Perwakilan tokoh masyarakat yang hadir turut mengapresiasi langkah P2MI, menilai inisiatif ini mampu menjadi jembatan komunikasi dan perekat hubungan antar kelompok sosial di tengah keberagaman.
> “Rakerda ini sangat positif. Melibatkan banyak unsur membuat gaung persatuan semakin kuat. Harapannya, spirit kebersamaan ini tidak hanya berhenti sampai deklarasi, tetapi diteruskan melalui tindakan nyata di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Melalui Rakerda Akhir Tahun 2025, DPW P2MI Kalbar berharap sinergi antara media, masyarakat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat sebagai langkah nyata menjaga toleransi, stabilitas sosial, serta keamanan wilayah Kalimantan Barat.
(Bsg-Red)
0 Komentar