Medan,Harian62.Online-
Yudo Herlambang melaporkan kasus pencurian anjing miliknya ke kepolisian.
Warga Jalan Bunga Wijaya Kusuma, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan itu melaporkan seorang pria yang terekam CCTV menyiksa dan mencuri anjing miliknya.
"Jadi siang (Senin) ini kita akan merapat ke Polsek untuk membuat laporan polisi dengan Pasal 363 KUHP jo Pasal 302 KUHP, dengan ancaman pidananya sekitar 7 tahun," kata kuasa hukum Yudo Herlambang, Yustinus Stein Siahaan, kepada Tribun Medan, Senin (6/11/2023).
"Pelaku cuma satu orang dari alat bukti CCTV yang kami lihat," sambungnya.
Kata Stein, pihaknya juga akan mendalami terkait dugaan adanya sindikat maling anjing yang menyatroni peliharaan milik warga di Kota Medan.
"Untuk sindikat kami belum mengetahui, tapi saat ini kami mencoba mencari tahu dan mendalami materi nya saat penyidikan saja," ungkapnya.
Sementara itu, Yudo Herlambang pemilik anjing, berharap setelah dilaporkannya kasus ini ke polisi, pelaku bisa segera tertangkap dan memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.
"Semoga tidak ada lagi kasus-kasus seperti ini, makanya saya juga melaporkan ini. Harapan kami tidak terjadi lagi," ucapnya.
Ketua Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru Tona menyoroti aksi penyiksaan dan pencurian hewan anjing milik warga di Jalan Bunga Wijaya Kusuma, Kecamatan Medan Selayang.
Ia menjelaskan, setelah mendapatkan informasi soal kejadian ini pihaknya langsung mendatangi rumah pemilik anjing dan melakukan pendampingan untuk membuat laporan pengaduan kepada polisi.
"Jadi ada warga Medan yang datang melaporkan kepada kami, tentang kejadian satu tindak pidana pencurian dan penganiayaan hewan jenis anjing yang terjadi di daerah Medan selayang," kata Doni kepada Tribun Medan, Senin (6/11/2023).
Doni meminta kepada pihak kepolisian agar bisa serius menangani persoalan pencurian anjing yang telah banyak terjadi di Kota Medan.
Dia juga menduga, para pencuri hewan ini merupakan sindikat yang kerap kali beraksi mengincar peliharaan milik warga.
Kami juga menyelidiki para pelaku dan sindikatnya sudah lama, banyak yang kami targetkan dan sepertinya sulit tertangkap," sebutnya.
"Ini yang jadi pertanyaan kami, ini penjahat receh gini kok nangkapnya susah banget, padahal nangkap teroris keknya gampang banget," lanjutnya.
Lebih lanjut, Doni menuturkan terkait aksi penyiksaan dan pencurian anjing ini pihaknya berencana untuk membuat laporan resmi kepada polisi agar pelaku bisa ditangkap dan diproses hukum.
"Jadi kami meminta keseriusan dari pihak kepolisian yang kami sangat yakin, pasti serius untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dimana ini adalah bentuk pencurian yang kerap terjadi di Medan dan harus berhenti," ucapnya.
Seorang pria terekam kamera pengawas CCTV sedang mencuri seekor anjing milik warga dengan cara memukulnya hingga tewas.
awalnya tampak anjing berwarna putih tersebut sedang berada di depan pagar pemiliknya.
Kemudian, datang seorang pria mengenakan celana pendek dan kaos hitam mencoba melempari anjing tersebut dengan menggunakan batu.
Anjing itu pun terlihat panik dan mencoba untuk masuk ke dalam pekarangan rumah pemiliknya.
Lantaran pintu gerbang terkunci anjing itu pun tidak bisa menerobos masuk. Setelah dilempari dengan menggunakan batu, pria itu pun pergi dari lokasi.
Tak lama, ia pun kembali lagi dengan membawa kayu berukuran kurang lebih 2 meter dan langsung menghajar anjing malang itu.
Setelah berkali-kali dipukul, anjing itu tampak pingsan dan pelaku mencoba menariknya lalu membuangnya ke dalam parit.
Beberapa menit kemudian, anjing itu bangkit lagi dan dalam keadaan basah hewan itu tetap mencoba untuk menerobos gerbang rumah pemiliknya itu.
Tanpa belas kasih, pelaku kemudian menghajar anjing itu lagi secara berkali-kali hingga tewas.
Menurut Yosefa Situmorang, pemilik anjing, kejadian itu terjadi di depan kediamannya di Jalan Bunga Wijaya Kusuma, Kecamatan Medan Selayang, pada Sabtu (4/11/2023) sekira pukul 04.25 WIB.
Katanya, malam itu ia tidak mengetahui bahwa anjingnya keluar dari pekarangan rumah.
"Jadi malam itu ketepatan ada staf kita di sini mau ada urusan ke bandara jam tiga subuh, waktu dia keluar ternyata anjing itu ikut keluar juga. Lalu pagarnya di kunci, rupanya anjing kita masih di luar, dia nggak tahu," kata Yosefa kepada Tribun Medan, Senin (6/11/2023).
Ia menyampaikan, keesokan harinya dirinya tidak lagi melihat anjing kesayangannya itu dan mencoba mengecek rekaman CCTV.
Setelah dicek ternyata anjingnya telah dicuri oleh seorang pria yang tidak dikenal di depan rumahnya.
Sumber:Tribun


