Muara Enim, Harian62.info -
masyarakat yang tinggal di desa beliung . menggelar Tradisi Sedekah Bumi /desa /adat.secara turun-temurun dari nenek moyang terdahulu. sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yg melimpah dan doa supaya pertanian tetap lancar.
Awal mula adanya tradisi Sedekah Bumi yaitu ketika masyarakat mengalami gagal panen yang disebabkan tanaman yang diserang hama, kemarau panjang dan hujan deras yang terjadi selama sehari semalam dan penyebab lainnya. Ada juga masyarakat merasa tidak logis terjadinya gagal panen di desa mereka sehingga mereka harus melakukan kegiatan spiritual dengan membuat sesajen dan membakar kemenyan.
Puncak acara Sedekah Bumi biasanya dilaksanakan di tempat yang telah disepakati, seperti balai desa atau rumah sesepuh kampung. Warga membawa tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Setelah itu, tumpeng di doakan oleh sesepuh adat sebelum disantap bersama. Ada yang memilih makan bersama di lokasi acara, dan sebagian lainnya membawa pulang tumpeng untuk dinikmati bersama keluarga.
Selain tumpeng, ada beberapa makanan dan sesajen khas yang punya makna simbolis, seiring perkembangan. pembuatan tumpeng dan membakar kemenyan. di ganti dgn. makanan khas/ utama .seperti dodol.lemang. dan juga Wajid. ada juga yg motong sapi .ayam .ikan sebagai. hidangan. pelengkap .
puncak acara sedekah adat bertempat di.masjid. ...dengan di pimpin langsung oleh kepala desa beliung "Adi godmir" dengan pembacaan ayat ayat suci Al-Quran. ceramah agama. dan di tutup dgn doa. juga di hadiri oleh tokoh agama .tokoh masyarakat. tokoh adat. juga seluruh masyarakat. desa beliung dan juga tamu undangan lain nya. terutama dari desa desa tetangga.
(Fauzi)


