PONTIANAK — Pontianak Carnaval Khatulistiwa 2026 resmi digelar di Jalan Diponegoro, Kota Pontianak, Jumat (14/8/2026) malam. Mengusung semangat kreativitas dan kebersamaan, kegiatan yang berlangsung hingga 17 Agustus 2026 ini melibatkan sekitar 1.700 peserta dari berbagai kalangan.
Rangkaian kegiatan menghadirkan sembilan agenda kreatif yang melibatkan anak-anak, pelajar, generasi muda, komunitas, pelaku seni dan budaya, hingga masyarakat umum. Selain menjadi ruang ekspresi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan menggerakkan sektor UMKM di Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Pontianak Carnaval Khatulistiwa menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang bagi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan bakat dan kreativitas melalui kegiatan yang positif.
Menurut Edi, pemerintah memiliki peran penting dalam menyediakan ruang publik yang mampu mengarahkan energi generasi muda ke berbagai aktivitas produktif.
«“Kegiatan ini bertujuan untuk menampung silaturahmi para pelaku ekonomi kreatif, terutama anak-anak muda, tidak hanya di Kota Pontianak, tapi juga Kalimantan Barat,” ujar Edi saat membuka kegiatan, Jumat (14/8/2026) malam.»
Ia menambahkan, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak memiliki posisi strategis dalam mewadahi berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari olahraga, seni, budaya hingga kegiatan sosial dan keagamaan.
Karena itu, menurut Edi, kegiatan kreatif seperti Pontianak Carnaval Khatulistiwa tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ruang kreativitas sekaligus memperkuat potensi ekonomi kreatif daerah.
«“Pemerintah Kota Pontianak selalu mendukung apa pun yang dilakukan masyarakat, terutama anak-anak muda, untuk mengekspresikan energi dan kreativitasnya dalam kegiatan positif,” katanya.»
Sembilan Agenda Kreatif
Ketua Panitia Pontianak Carnaval Khatulistiwa 2026, Agus Setiadi, mengatakan kegiatan tahun ini dikemas dalam sembilan agenda utama yang melibatkan peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Sembilan agenda tersebut yakni Lomba Kreasi Wastra Kalimantan Barat, Lomba Tari Multi-etnis Kalimantan Barat, Lomba Mural, Lomba Kostum Karnaval, Parade Drum Band Pelajar, Lomba Senam Kreasi CBP Nusantara, Lomba Konten Kreatif QRIS, Lomba Mewarnai, serta Lomba Modern Dance.
Rangkaian acara juga diramaikan bazar UMKM, edukasi dan literasi keuangan, serta berbagai kegiatan ekspresi komunitas.
Sejumlah perlombaan telah dimulai sejak Jumat siang. Sementara puncak kemeriahan dijadwalkan berlangsung pada Minggu melalui parade kostum karnaval dan drum band pelajar.
Agus menyebut, antusiasme peserta cukup tinggi. Bahkan, peserta Lomba Tari Multi-etnis tidak hanya berasal dari Pontianak, tetapi juga dari sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Barat, di antaranya Mempawah, Kubu Raya, Sanggau, Sambas dan Singkawang.
«“Total peserta tahun ini mencapai sekitar 1.700 orang dari seluruh kategori lomba,” ungkap Agus.»
Menurutnya, tingginya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, membutuhkan ruang yang sehat untuk berekspresi, berkreasi sekaligus berinteraksi dalam suasana yang positif.
Dorong Ekonomi Kreatif dan UMKM
Tak hanya mengedepankan sisi hiburan, Pontianak Carnaval Khatulistiwa 2026 juga diarahkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Kehadiran bazar UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan. Pelaku usaha diberikan ruang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat yang hadir.
Agus berharap momentum tersebut dapat mendorong transaksi ekonomi dan memperkuat perputaran ekonomi lokal.
«“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini terjadi transaksi, jual beli, dan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.»
Dengan perpaduan seni, budaya, kreativitas generasi muda, komunitas dan UMKM, Pontianak Carnaval Khatulistiwa 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkuat identitas budaya dan ekosistem ekonomi kreatif Kalimantan Barat.



