BBM Langka, Antrean Mengular di Pontianak dan Kalbar: Publik Menanti Kepastian Distribusi

 

PONTIANAK – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali menghantam Kota Pontianak dan sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. Antrean kendaraan mengular di berbagai SPBU sejak dini hari hingga malam, memaksa masyarakat menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan beberapa liter BBM.

Wakil Ketua DPD ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional) IRFAN TIAGO USMAN Angkat Bicara, Kenapa bisa terjadi kelangkaan Minyak. 

Fenomena ini bukan sekadar persoalan antrean, tetapi telah berubah menjadi gangguan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Sopir angkutan, pelaku usaha kecil, pekerja harian, hingga masyarakat umum mengaku mengalami kerugian akibat waktu produktif yang terbuang dan meningkatnya biaya operasional.

Di tengah situasi tersebut, masyarakat mempertanyakan kepastian pasokan dan distribusi BBM. Warga berharap pemerintah bersama Pertamina segera menyampaikan penjelasan resmi mengenai penyebab kelangkaan, langkah penanganan yang telah dilakukan, serta target waktu normalisasi distribusi agar tidak memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Pengamat menilai, keterlambatan distribusi BBM dapat berdampak luas terhadap rantai pasok barang dan jasa. Jika kondisi ini berlangsung berkepanjangan tanpa kepastian, bukan hanya mobilitas masyarakat yang terganggu, tetapi juga stabilitas aktivitas perdagangan dan perekonomian daerah.

Masyarakat juga meminta pengawasan distribusi BBM diperketat agar penyaluran tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum yang mencari keuntungan di tengah terbatasnya pasokan. Aparat penegak hukum diharapkan menindak tegas setiap dugaan penyimpangan apabila ditemukan berdasarkan proses hukum dan alat bukti yang sah.

Hingga berita ini diterbitkan, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Pontianak dan beberapa daerah di Kalimantan Barat. Redaksi masih menunggu keterangan resmi dari pihak-pihak terkait mengenai penyebab kelangkaan serta langkah konkret yang sedang dilakukan untuk memulihkan pasokan BBM.

Kondisi ini menjadi ujian bagi efektivitas tata kelola distribusi energi. Masyarakat tidak hanya membutuhkan BBM, tetapi juga membutuhkan kepastian, transparansi, dan solusi yang cepat.(Bsg-Red)

0 Komentar

KLIK DISINI untuk bergabung