Bea Cukai Diuji, Rokok Ilegal “Helium” Diduga Beredar Terstruktur di Kalbar

                            

Kalimantan Barat,harian62.info -

Tekanan publik terhadap kinerja pengawasan kembali mencuat. Tim investigasi dari Asosiasi Wartawan Internasional mengungkap dugaan kuat adanya peredaran rokok ilegal merek “Helium” yang berlangsung secara masif dan terstruktur di berbagai wilayah Kalimantan Barat.


Temuan lapangan menunjukkan, rokok tanpa pita cukai tersebut beredar bebas di pasaran, menjangkau hampir seluruh lapisan distribusi mulai dari warung kecil hingga toko kelontong di kawasan padat penduduk. Fakta ini memunculkan pertanyaan serius terhadap efektivitas pengawasan, khususnya di jalur strategis seperti perbatasan dan pelabuhan.

Tim investigasi menilai, pola distribusi yang rapi dan konsisten tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Indikasi kuat mengarah pada adanya jaringan terorganisir yang bekerja sistematis dan mampu menembus celah pengawasan.


“Ini bukan lagi pelanggaran biasa. Polanya sudah terstruktur, dengan sistem distribusi yang tertata dan berlapis,” tegas perwakilan tim investigasi.


Sorotan keras juga datang dari Ketua DPD ASWIN Kalimantan Barat, Budi Gautama. Ia menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya kontrol di lapangan yang berpotensi merusak kredibilitas penegakan hukum di sektor cukai.


“Jika dibiarkan, ini bukan hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga membuka ruang bagi praktik ilegal lain berkembang. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan ilegal,” ujarnya.


Lebih lanjut, tim menemukan adanya jurang antara narasi penindakan dengan realitas di lapangan. Di tengah klaim operasi pemberantasan yang disebut intensif, produk ilegal justru semakin mudah diakses dan perlahan menguasai segmen rokok murah.


Situasi ini dinilai berpotensi menggerus penerimaan negara sekaligus menciptakan distorsi pasar yang merugikan pelaku usaha legal. Bahkan, lemahnya pengawasan distribusi dikhawatirkan membuka pintu bagi masuknya komoditas ilegal lain yang lebih berisiko bagi masyarakat.


Atas kondisi tersebut, Tim Investigasi bersama DPD ASWIN Kalimantan Barat mendesak langkah tegas dan menyeluruh dari aparat penegak hukum. Intervensi dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) dinilai penting untuk membongkar jaringan hingga ke aktor utama.


“Penanganan tidak boleh parsial. Harus ada langkah luar biasa untuk menembus jaringan inti, sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan transparan, profesional, dan akuntabel,” tegasnya.


(007-Red)

0 Komentar

KLIK DISINI untuk bergabung