Pontianak – Yayasan ALFAKAR Khatulistiwa Indonesia menggelar rapat koordinasi perdana sebagai langkah awal dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus merumuskan arah program kerja ke depan.
Rapat tersebut dihadiri Dewan Pembina Tuan Guru Thamrin, Ketua Yayasan H. Meri Chandra, Sekretaris Drs. Rustam, M.Pd., Bendahara Pani, para ketua bidang, serta Ketua Bidang Keamanan Letkol (Purn) Sunanto.
Dalam forum tersebut, pengurus menegaskan komitmen terhadap aspek legalitas yayasan yang telah resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia serta didukung akta notaris. Legalitas ini menjadi landasan utama dalam menjalankan seluruh aktivitas organisasi agar tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.
Ketua Yayasan H. Meri Chandra menyampaikan bahwa pembentukan Yayasan ALFAKAR Khatulistiwa Indonesia merupakan wujud aspirasi bersama para anggota yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Bahkan, jaringan organisasi ini telah merambah hingga ke sejumlah negara tetangga, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, dan Thailand.
“Ini bukan sekadar organisasi, tetapi wadah kebersamaan yang lahir dari semangat kolektif untuk berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Rapat juga diisi dengan sesi perkenalan antar pengurus sebagai upaya mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang solid. Hal ini dinilai penting mengingat luasnya jangkauan anggota, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Sejumlah keputusan strategis turut dihasilkan, di antaranya pembentukan sistem keanggotaan resmi serta rencana penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA). Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat identitas organisasi sekaligus memberikan perlindungan administratif bagi seluruh anggota.
Ke depan, Yayasan ALFAKAR Khatulistiwa Indonesia menargetkan berbagai program kerja yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, dengan tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan, profesionalitas, dan kepatuhan terhadap hukum dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rapat perdana ini menjadi tonggak awal konsolidasi internal sekaligus penegasan arah gerak organisasi menuju peran yang lebih nyata dan berkelanjutan.(Bsg-Red)


0 Komentar